Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mendagri Sahkan Asep Surya Atmaja Jadi Bupati Bekasi Definitif, Dilantik 23 Oktober
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Rob Mengancam Pesisir Kabupaten Bekasi Akhir Oktober, Ini Tanggal yang Perlu Diwaspadai

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08 WIB
  • author Danandaya Arya Putra
Banjir Rob Mengancam Pesisir Kabupaten Bekasi Akhir Oktober, Ini Tanggal yang Perlu Diwaspadai
BMKG memperingatkan potensi banjir rob di pesisir Kabupaten Bekasi pada 25 Oktober–1 November 2026. Foto/Ilustrasi/iNewsBekasi

BEKASI, iNewsBekasi.id– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 25 Oktober hingga 1 November 2026. Warga yang tinggal di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan air laut yang dapat menggenangi permukiman.

Potensi banjir rob tersebut menjadi bagian dari peringatan BMKG terhadap sejumlah wilayah pesisir di Jawa Barat dan Jawa Tengah pada akhir Oktober 2026.

Berdasarkan informasi Direktorat Meteorologi Maritim BMKG yang dirilis pada 22 Oktober 2026, potensi banjir rob di pesisir Jawa Barat meliputi Subang, Indramayu, dan Cirebon pada 22–26 Oktober 2026.

Sementara itu, pesisir Kabupaten Bekasi dan Karawang diperkirakan berpotensi mengalami banjir rob pada 25 Oktober hingga 1 November 2026.

Masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Bekasi perlu mengantisipasi kemungkinan genangan air laut, terutama di kawasan permukiman dan lokasi aktivitas ekonomi yang berada dekat pantai.

Penyebab Potensi Banjir Rob di Pesisir Bekasi

BMKG menjelaskan, potensi banjir rob pada akhir Oktober 2026 berkaitan dengan fenomena fase Bulan Purnama pada 26 Oktober dan fase perigee pada 29 Oktober 2026.

Kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga memicu kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah pesisir.

Prediksi banjir rob disusun berdasarkan pemantauan ketinggian muka air laut (*water level*) serta perhitungan pasang surut. Ketika air laut mencapai pasang maksimum, kawasan pesisir yang rentan berpotensi mengalami genangan.

Karena itu, warga yang tinggal di pesisir Kabupaten Bekasi diimbau memperhatikan perkembangan kondisi air laut dan mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi selama periode peringatan.

Selain Jawa Barat, BMKG juga mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir Jawa Tengah terhadap potensi banjir rob.

Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kota dan Kabupaten Pekalongan, Batang, Kendal, serta Jepara pada 22 Oktober 2026.

Pesisir Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Pemalang juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu mengantisipasi potensi banjir pesisir.

Banjir rob tidak hanya berpotensi menggenangi permukiman warga di kawasan pesisir. Fenomena ini juga dapat mengganggu berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Sejumlah kegiatan yang berpotensi terdampak antara lain aktivitas bongkar muat di pelabuhan, usaha tambak garam, serta kegiatan perikanan darat.

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir Kabupaten Bekasi diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi banjir rob berlangsung.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim melalui situs resmi maritim.bmkg.go.id dan akun media sosial @BMKGmaritim.

Dengan memantau informasi resmi dan mengantisipasi kemungkinan kenaikan air laut, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko dampak banjir rob di wilayah pesisir.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut