Profil Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Militer AS dan Dibawa ke New York

Anton Suhartono
Nicolas Maduro kembali menjadi sorotan dunia setelah ditangkap oleh militer AS dalam serangan besar-besaran pada Sabtu (3/1) (Foto: AP)

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Nama Nicolas Maduro kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah Presiden Venezuela tersebut ditangkap oleh militer Amerika Serikat (AS). Operasi militer besar-besaran dilakukan pasukan AS di Ibu Kota Karakas pada Sabtu (3/1/2026), yang diklaim sebagai bagian dari upaya mengakhiri krisis politik dan kemanusiaan di Venezuela.

Dalam operasi tersebut, militer AS tidak hanya menangkap Maduro, tetapi juga membawa Ibu Negara Venezuela, Cilia Flores. Keduanya kemudian diterbangkan ke New York untuk menjalani proses hukum terkait dakwaan kejahatan narkoba dan senjata.

Profil Nicolas Maduro

Nicolas Maduro Moros lahir di Karakas pada 23 November 1962. Sebelum dikenal sebagai tokoh politik, Maduro memiliki latar belakang sederhana sebagai sopir bus dan aktivis serikat pekerja. Pengalamannya di dunia perburuhan menjadi pintu masuk menuju kancah politik nasional.

Karier politik Maduro mulai menanjak saat bergabung dengan gerakan Revolusi Bolivarian yang dipimpin Hugo Chavez pada akhir 1990-an. Kedekatannya dengan Chavez membuat Maduro menjadi salah satu orang kepercayaan presiden karismatik tersebut.

Maduro sempat menjabat sebagai anggota Majelis Nasional, kemudian dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri Venezuela pada periode 2006–2013. Loyalitasnya kepada Chavez berbuah penunjukan sebagai wakil presiden pada Oktober 2012, beberapa bulan sebelum Chavez wafat akibat kanker.

Setelah kematian Hugo Chavez pada Maret 2013, Maduro ditunjuk sebagai presiden sementara dan kemudian memenangkan pemilihan presiden Venezuela dengan selisih suara yang sangat tipis.

Kepemimpinan di Tengah Krisis Venezuela

Sejak berkuasa, Maduro memimpin Venezuela di tengah krisis ekonomi berkepanjangan. Negara tersebut dilanda hiperinflasi, kelangkaan pangan dan obat-obatan, serta eksodus jutaan warga yang meninggalkan Venezuela untuk mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

Kepemimpinan Maduro kerap menuai kontroversi internasional. Pemerintahannya dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), menekan oposisi, serta memanipulasi proses pemilu. Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat tidak mengakui legitimasi pemerintahan Maduro dan menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap Venezuela.

Editor : Wahab Firmansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network