Profil Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Militer AS dan Dibawa ke New York

Anton Suhartono
Nicolas Maduro kembali menjadi sorotan dunia setelah ditangkap oleh militer AS dalam serangan besar-besaran pada Sabtu (3/1) (Foto: AP)

Tuduhan Kejahatan Narkoba dan Ketegangan dengan AS

Hubungan antara Karakas dan Washington terus memburuk selama bertahun-tahun. AS secara terbuka mendukung oposisi Venezuela dan menyerukan perubahan rezim. Ketegangan tersebut mencapai puncaknya dengan penangkapan Maduro oleh militer AS.

Pemerintah AS menuduh Maduro berkolusi dengan jaringan kriminal internasional, termasuk Tren de Aragua, Kartel Sinaloa, dan Cartel de los Soles, untuk memasok kokain—termasuk yang dicampur fentanyl—ke pasar Amerika Serikat.

Bahkan, AS sempat menggelar sayembara bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro. Nilai hadiah tersebut dinaikkan dari 25 juta dolar AS menjadi 50 juta dolar AS, atau sekitar Rp814 miliar.

Reaksi Dunia Internasional

Penangkapan Nicolas Maduro memicu reaksi keras dari negara-negara sekutu Venezuela, seperti Rusia, China, dan Iran, yang menilai langkah AS sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Sementara itu, di dalam negeri, pendukung Maduro menggelar demonstrasi, sedangkan kelompok oposisi melihat peristiwa ini sebagai peluang terjadinya perubahan besar di Venezuela.

Editor : Wahab Firmansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network