JAKARTA, iNewsBekasi.id — Film animasi Papa Zola The Movie lebih dari sekadar tontonan animasi keluarga, juga hadir membawa makna mendalam dari perjuangan dan pengorbanan seorang ayah di keluarga.
Tak heran jika film animasi ini disebut sebagai “surat cinta” bagi para pejuang nafkah—ayah, ibu maupun siapa pun yang setiap hari berjuang demi orang-orang tercinta.
Sutradara sekaligus pengisi suara Papa Zola, Nizam Abdul Razak mengatakan bahwa sebutan “surat cinta untuk ayah” bukan datang dari tim produksi, melainkan dari respons penonton yang telah menyaksikan film ini lebih dulu di Malaysia.
“Itu bukan apa yang kami katakan, tetapi apa yang audiens di Malaysia yang sudah menonton. Mereka yang mengatakan ini adalah surat cinta untuk ayah, untuk seorang ayah,” ujar Nizam di screening film Papa Zola The Movie di Indonesia dalam gala premiere yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu.
Papa Zola The Movie disaksikan berbagai kalangan, tidak saja kehadiran media, juga Key Opinion Leaders (KOL), hingga sejumlah komunitas, termasuk komunitas pengemudi ojek online yang ikut merasakan pesan emosional film ini.
Mereka merasakan momen paling menyentuh setelah film berakhir. Nizam mengaku tak kuasa menahan haru ketika melihat hubungan emosional yang tercipta antara anak dan orang tua usai menonton film tersebut.
“Saya sangat tersentuh bila melihat bagaimana seorang anak selepas habis menonton, peluk ayahnya, lalu mengucapkan terima kasih. Bagi saya, itu satu momen yang magikal,” tuturnya.
Nizam menegaskan, pesan film ini tidak hanya ditujukan untuk sosok ayah semata, tetapi juga untuk seluruh pejuang keluarga.
“Ini memang surat cinta untuk ayah-ayah dan keluarga, pejuang sebenarnya. Bukan ayah saja, sesiapa yang berjuang, walaupun mungkin belum bergelar ayah. Sesiapa yang mencari rezeki, berjuang rezeki, ibu juga, pasti akan merasakan bahwa ini adalah surat cinta untuk mereka,” tutur dia.
Kisah Papa Zola The Movie dikemas hangat dan penuh empati, dengan tema pengorbanan, cinta tanpa syarat, dan ketulusan dalam keluarga.
Representasi pengemudi ojek online dalam film ini pun menjadi simbol nyata pejuang nafkah masa kini, membuat ceritanya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kesuksesan film ini telah lebih dulu tercatat di Malaysia dengan raihan lebih dari 3,65 juta penonton, bahkan melampaui capaian sejumlah film animasi global di pasar setempat.
Antusiasme tersebut kini turut dirasakan di Indonesia, ditandai dengan berbagai inisiatif nonton bersama yang digagas komunitas dan KOL sebagai bentuk apresiasi bagi para pejuang keluarga.
Dengan pesan kemanusiaan yang kuat dan cerita yang menyentuh, Papa Zola The Movie siap menjadi pilihan tontonan keluarga yang bukan hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan kesan emosional mendalam.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
