Sebelumnya, keluhan terkait keterlambatan pembayaran remunerasi mencuat dari sejumlah pegawai RSUD Kota Bekasi. Keterlambatan tersebut mulai berdampak serius terhadap kesejahteraan pegawai.
Sejumlah karyawan mengaku terpaksa berutang, bahkan memanfaatkan pinjaman online (pinjol), untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari akibat belum diterimanya remunerasi secara penuh.
Seorang pegawai RSUD Kota Bekasi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, hingga Januari 2026 masih ada beberapa bulan pembayaran remunerasi yang belum diterima secara penuh.
“Remunerasi kami belum dibayar penuh. Pembayaran baru sampai bulan November, sementara sekarang sudah Januari. Akhirnya banyak yang terpaksa pinjam ke sana-sini, bahkan ada yang pinjol,” kata pegawai tersebut, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut membuat kondisi keuangan pegawai semakin tertekan. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makan, sebagian pegawai terpaksa meminjam uang dalam jumlah kecil.
“Beli beras saja ada yang pinjam Rp300 ribu. Ada juga yang akhirnya ke pinjol karena sudah benar-benar tidak punya pilihan,” jelasnya.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
