BANDUNG. iNewsBekadi.id - Sebagian masyarakat Indonesia enggan berkunjung ke dokter gigi. Salah satu penyebabnya adalah minimnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perawatan gigi.
Banyak pasien khawatir terhadap biaya yang tidak terduga sehingga memilih menunda pemeriksaan. Padahal, hal tersebut justru akan membuat keluhan semakin serius.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), sekitar 57 persen masyarakat Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut. Ironisnya, hanya sekitar 10–12 persen yang secara rutin mengakses layanan perawatan gigi.
Persepsi biaya yang mahal dinilai menjadi penghalang utama sehingga masyarakat enggan memeriksakan gigi mereka.
Kondisi tersebut selaras dengan riset internal SBDental yang mencatat sekitar 80 persen responden menjadikan harga sebagai pertimbangan utama sebelum menjalani perawatan gigi. Ketidakjelasan estimasi biaya membuat sebagian masyarakat merasa ragu untuk melakukan pemeriksaan sejak dini.
Direktur SBDental, Ryan Ardianto, dalam keterangan tertulis Rabu 21 Januari 2026 menilai transparansi biaya menjadi kunci dalam membangun kepercayaan pasien. Menurutnya, ketika mengetahui sejak awal jenis tindakan yang dibutuhkan serta estimasi biaya yang harus dikeluarkan, pasien akan lebih tenang dan terbuka terhadap perawatan gigi.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
