Ia menekankan bahwa ancaman maut di tengah bencana tidak hanya datang dari ketinggian air, namun juga dari instalasi listrik yang terabaikan saat wilayah pemukiman terendam.
Menanggapi tragedi tersebut, aparat kepolisian dan perangkat desa langsung melakukan penyisiran di titik-titik rawan untuk memastikan keamanan kabel-kabel listrik yang masih aktif. Di tengah suasana duka, pihak desa mengimbau dengan sangat agar para orang tua tidak membiarkan anak-anak bermain di area banjir.
Kehilangan Nurdin menjadi pesan sunyi bagi warga Cikarang Utara bahwa di bawah genangan yang tampak tenang, bahaya tak kasat mata seringkali mengintai nyawa.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
