BEKASI, iNewsBekasi.id – Informasi prakiraan cuaca yang diterima masyarakat setiap hari dinilai bukanlah hasil perkiraan sederhana. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproduksi prakiraan cuaca berbasis sains dan teknologi tinggi, dengan memanfaatkan sistem model cuaca yang dijalankan oleh komputer berkemampuan tinggi.
BMKG menggunakan model cuaca, yakni sistem simulasi atmosfer yang bekerja berdasarkan persamaan fisika dan matematika untuk memprediksi kondisi cuaca di masa mendatang. Model ini menjadi tulang punggung dalam penyusunan prakiraan cuaca yang akurat dan terukur.
Dikutip dari Instagram BMKG Kualanamu, Senin (3/2/2026), model cuaca BMKG memproses berbagai parameter atmosfer, mulai dari suhu udara, tekanan udara, kelembapan, hingga pergerakan angin, baik dari kondisi terkini maupun data historis.
Secara teknis, model cuaca yang digunakan BMKG merupakan sistem prediksi numerik atmosfer. Sistem ini memanfaatkan data observasi sebagai input utama, yang kemudian diolah untuk mensimulasikan interaksi kompleks di dalam atmosfer sehingga menghasilkan prakiraan cuaca yang lebih presisi.
Dalam operasionalnya, BMKG mengelola berbagai model cuaca baik skala global maupun regional. Beberapa model yang digunakan antara lain Weather Research and Forecasting (WRF), Global Forecast System (GFS), serta European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF). Kombinasi model tersebut memungkinkan BMKG memantau dinamika cuaca dari tingkat lokal hingga global.
Tahapan Cara Kerja Model Cuaca BMKG
1. Pengumpulan Data
BMKG mengumpulkan data cuaca dari berbagai sumber, seperti stasiun meteorologi darat dan laut, satelit cuaca, serta balon udara atau radiosonde. Data berasal dari pengamatan nasional hingga jaringan pengamatan internasional di seluruh dunia.
2. Analisis Data Atmosfer
Data yang telah terkumpul kemudian dimasukkan ke dalam model cuaca untuk menganalisis kondisi atmosfer saat ini. Model bekerja dengan persamaan matematika kompleks untuk mensimulasikan pergerakan udara, pertukaran panas, serta distribusi kelembapan di atmosfer.
3. Peramalan Cuaca Numerik
Hasil simulasi menghasilkan prakiraan cuaca numerik. Namun, data tersebut belum langsung dipublikasikan. Forecaster BMKG terlebih dahulu melakukan evaluasi dan interpretasi agar prakiraan cuaca sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
4. Penyampaian Informasi ke Masyarakat
Setelah melalui proses verifikasi, BMKG menyampaikan prakiraan cuaca kepada masyarakat melalui berbagai platform resmi, mulai dari situs web BMKG, media sosial, hingga aplikasi Info BMKG yang banyak digunakan publik.
Dengan sistem berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut, prakiraan cuaca BMKG menjadi acuan penting bagi berbagai sektor, seperti penerbangan, pelayaran, pertanian, hingga upaya mitigasi bencana di Indonesia.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
