Turun 19 Kg, Kisah Nyata Pejuang Diet Bangkit dari Insecure Jadi Percaya Diri

Abdullah M Surjaya
Ilustrasi menurunkan berat badan bukan cuma soal angka di timbangan. Foto/IST

JAKARTA, iNews.id - Menurunkan berat badan bukan cuma soal angka di timbangan. Bagi banyak orang, ini tentang membangun ulang kepercayaan diri, memperbaiki kesehatan, dan menemukan versi terbaik dari diri sendiri.

Itulah yang dialami para peserta LIGHTweight Challenge (LWC) 2025, program kompetisi penurunan berat badan yang digagas sejak 2014. Setelah 12 minggu perjalanan, para peserta berhasil mencetak transformasi mengesankan dengan penurunan berat badan 19 kilogram.

Feybe Arsella Manoppo (32), seorang ibu sekaligus pekerja, menjadi salah satu kisah inspiratif dari program ini. Setelah melahirkan pada 2024, berat badannya naik drastis. Ukuran paha, lengan, dan perut meningkat, membuatnya merasa tidak percaya diri.

“Saya sudah coba berbagai cara, tapi selalu gagal. Sampai akhirnya ikut program di LIGHThouse, rasanya seperti menemukan panduan yang tepat,” kata Feybe.

Dalam 12 minggu, Feybe berhasil menurunkan lebih dari 14 kilogram atau sekitar 23 persen dari berat badan awal, sekaligus mengurangi lingkar perut hingga 17 cm. Lebih dari itu, ia kini memahami pola makan sehat dan membangun kebiasaan baru yang lebih mindful.

Kisah transformasi lain datang dari Herfiena Oshita (37). Stres membuatnya terbiasa makan berlebihan hingga berat badan menyentuh 103 kg. Aktivitas sehari-hari terasa berat, bahkan siklus menstruasi terganggu.

“Setelah turun lebih dari 19 kg, perubahan yang saya rasakan sangat drastis. Saya bangga dengan diri saya sendiri,” ujarnya.

Menurut Herfiena, coaching nutrisi yang ia terima membuatnya lebih paham cara memilih makanan sehat—bekal penting menjelang Ramadan, saat pola makan biasanya berubah drastis.

Chief Marketing Officer LIGHT Group Anna Yesito Wibowo menjelaskan bahwa tantangan penurunan berat badan kini semakin kompleks, dipengaruhi faktor internal dan eksternal mulai dari stres, lingkungan, hingga informasi nutrisi di media sosial.

“Di LIGHThouse, kami tidak hanya membantu pasien menurunkan berat badan, tetapi juga membentuk pola pikir dan kebiasaan sehat jangka panjang,” ujarnya.

Dalam program LW12 (LIGHTweight 12 Minggu), peserta dibimbing dokter, ahli gizi, dan psikolog, dilengkapi suplemen sesuai kebutuhan individu. Tujuannya bukan hanya hasil cepat, tetapi hasil yang berkelanjutan.

Menjelang Ramadan, para peserta kini memasuki fase krusial: mempertahankan hasil. Perubahan pola makan saat puasa dan momen Lebaran sering menjadi tantangan terbesar.

“Berat badan turun bukan karena puasa satu hari, tetapi karena defisit kalori yang konsisten. Ramadan bisa jadi momen membangun kebiasaan makan yang lebih terkontrol,” ucapnya.

Kini, para peserta LWC 2025 bukan hanya lebih ramping, tetapi juga lebih percaya diri, lebih sehat, dan lebih sadar akan gaya hidup yang mereka jalani.

LIGHThouse Clinic sendiri hadir di Jabodetabek, Surabaya, Medan, dan Makassar, menawarkan layanan weight management berbasis nutrisi dan psikologi mendampingi siapa pun yang ingin memulai perjalanan hidup lebih sehat.

Editor : Abdullah M Surjaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network