CIKARANG, iNewsBekasi.id - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menutup tahun buku 2025 dengan capaian penuh target pra-penjualan. Hingga akhir Desember 2025, perseroan membukukan marketing sales Rp1,65 triliun atau 100 persen dari target tahunan.
Tak hanya dari sisi penjualan, kinerja keuangan perusahaan juga melonjak signifikan. Pendapatan tercatat Rp4,52 triliun, naik 133 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Lonjakan tersebut terutama didorong percepatan serah terima rumah tapak, apartemen, dan unit komersial (ruko), serta penjualan lahan industri. Kontribusi tambahan juga datang dari segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan.
Segmen residensial menjadi kontributor utama pertumbuhan. Pendapatan rumah tapak dan apartemen melesat 369 persen secara tahunan, seiring akselerasi serah terima unit. Sementara segmen pengelolaan kota membukukan pendapatan Rp474,5 miliar.
Dari sisi profitabilitas, LPCK mencatat laba kotor Rp783 miliar dengan margin 17 persen. Di tengah kenaikan aktivitas bisnis, perseroan tetap mencatat EBITDA positif sebesar Rp381,3 miliar dengan margin 8 persen terhadap total pendapatan.
Capaian tersebut menunjukkan ruang profit yang tetap terjaga meski perusahaan melakukan percepatan pembangunan dan serah terima. Komposisi pra-penjualan 2025 masih didominasi produk residensial.
Rumah tapak menyumbang 58 persen dari total marketing sales, disusul unit komersial 38 persen, dan lahan industri 4 persen. Sepanjang 2025, LPCK mencatat penjualan 1.486 unit, didorong peluncuran produk baru seperti The Allegra @Casa De Lago dan Neo Top.
Direktur LPCK Indryanarum menyebut pencapaian tersebut mencerminkan respons positif pasar terhadap produk perseroan.
“Ke depan, kami tetap fokus pada penyelesaian pembangunan tepat waktu dan memastikan proses serah terima berjalan sesuai komitmen kepada konsumen,” katanya.
Dengan capaian tersebut, LPCK memperkuat posisinya dalam pengembangan kawasan Lippo Cikarang sebagai kota mandiri terintegrasi di koridor timur Jakarta.
Editor : Abdullah M Surjaya
Artikel Terkait
