Hendri berharap antrean panjang tersebut segera terurai agar para sopir bisa melanjutkan pekerjaan dan beristirahat setelah mengantarkan muatan sampah.
"Semoga cepat lancar, biar kita semua bisa istirahat juga kan," ucapnya.
Selain menimbulkan kemacetan panjang, kondisi antrean truk sampah juga berdampak pada lingkungan di sekitar jalur antrean. Air kotor yang menetes dari truk sampah terlihat berceceran di badan jalan.
Hal itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu pengendara lain yang melintas di kawasan tersebut.
Para sopir memperkirakan waktu tunggu untuk dapat masuk ke area TPST Bantargebang bisa mencapai lebih dari enam jam. Mereka berharap proses penataan zona pembuangan sampah segera selesai agar antrean panjang tidak terus terjadi dan aktivitas pengangkutan sampah kembali normal.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
