"Kita ngobrol dulu sama warga, karena titiknya sesuai rumah warga itu. Pas ditanya, 'oh kalau di sini mah Maps-nya suka ngaco Pak', mungkin rumahnya ada di belakang, di balik tembok nih ada perkampungan lagi," jelasnya.
Upaya pencarian terus dilakukan dengan bantuan Ketua RT setempat. Namun, warga bernama Wahyu yang ditemukan justru mengaku tidak pernah membuat laporan kepada petugas damkar.
Petugas kemudian kembali menghubungi pelapor. Dalam komunikasi tersebut, pelapor mengaku sedang berada di rumah pamannya dan sempat mengirimkan fotokopi KTP sebagai bukti identitas.
Meski begitu, setelah ditelusuri ke alamat yang tertera pada KTP, warga yang tinggal di lokasi tersebut juga membantah telah membuat laporan.
"Kita tanya 'Ibu nama suaminya Wahyu?' 'Bukan, nama suami saya mah Asan dan saya juga nggak ngelapor apa-apa Mas'. Terus akhirnya disangkutpautin lah sama Pak RT, 'Ibu punya sangkutan (utang) nggak'. Dia merasa nggak. Oh ya udah menurut kita tim, ya sudah berarti ini laporan fiktif," ungkap Ragil.
Petugas pun memastikan bahwa laporan tersebut merupakan laporan palsu. Dugaan sementara, aksi ini dilakukan untuk membuat kehebohan atau mempermalukan seseorang saat momen Lebaran.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
