Di sisi lain, DPRD Kabupaten Bekasi mengingatkan bahwa kondisi ini perlu diantisipasi secara serius. Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, Jiovanno Nahampun, menyebut sejumlah komoditas strategis mulai mengalami tekanan.
“Stok pangan kita sudah warning. Perlu langkah cepat untuk menjaga stabilitas, bahkan jika perlu dilakukan penambahan cadangan,” katanya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, cadangan beras Kabupaten Bekasi pada 2026 tercatat sebesar 150,59 ton, yang merupakan sisa distribusi tahun sebelumnya. Namun, angka ini dinilai masih perlu diperkuat mengingat meningkatnya potensi gangguan produksi dan distribusi.
Adapun komoditas yang saat ini masuk level waspada meliputi beras, minyak goreng, jagung, bawang merah, bawang putih, kedelai, serta berbagai jenis sayuran.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan, mulai dari mengurangi pemborosan hingga memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
