BEKASI, iNewsBekasi.id - Sebanyak 7 penumpang tewas akibat tabrakan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Hingga saat ini petugas masih mengupayakan sejumlah korban yang masih terjepit namun dalam kondisi sadar.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengonfirmasi bahwa petugas masih berupaya menyelamatkan sekitar enam hingga tujuh orang penumpang yang hingga kini masih terjebak di dalam rangkaian kereta yang ringsek.
Dalam keterangannya melalui media sosial resmi Bobby menjelaskan bahwa tim di lapangan telah melakukan pemotongan sebagian rangkaian kereta Anggrek dan menariknya mundur guna mempermudah akses evakuasi. Sejauh ini, total 71 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dari dalam kereta.
Pihak KAI berkomitmen untuk memberikan perawatan medis yang paling optimal bagi seluruh korban yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan nahas tersebut.
Mengenai kronologi kejadian, peristiwa ini diduga bermula sekitar pukul 21.00 WIB akibat adanya insiden taksi yang menabrak perlintasan di JPL 85.
Kejadian tersebut dicurigai telah merusak atau mengganggu sistem perkeretaapian di wilayah emplasemen Stasiun Bekasi Timur sehingga memicu terjadinya tabrakan antar kereta. Meski demikian, pihak KAI secara resmi menyerahkan proses penyelidikan mendalam kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab teknis secara mendetail.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
