Ditjen Bina Adwil Matangkan Smart City Indonesia Sesuai Karakter Daerah Jelang ASCN 2026

Wahab Firmansyah
Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Amran. Foto/Istimewa

Ditjen Bina Adwil juga mencatat sejumlah kota anggota ASCN Indonesia telah menghadirkan berbagai inovasi layanan publik digital yang inklusif dan adaptif.

Jakarta, misalnya, mengembangkan layanan publik digital yang terintegrasi. Sementara Banyuwangi dikenal lewat program Smart Kampung yang memperkuat pelayanan berbasis desa.

Di sisi lain, Makassar terus memperluas layanan publik berbasis teknologi, sedangkan Sumedang fokus pada penguatan digitalisasi desa untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

Tak hanya itu, Semarang berhasil membangun strategi kota tangguh berbasis mitigasi risiko. Adapun Denpasar memperkuat sektor pariwisata digital dan ekonomi kreatif dengan dukungan konsep green mobility serta pelestarian budaya lokal.

Ditjen Bina Adwil menegaskan, keberhasilan smart city tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan. Lebih dari itu, inovasi harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas akses layanan publik, serta menciptakan tata kelola perkotaan yang efektif dan berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam forum ASCN 2026, Indonesia optimistis mampu menghadirkan model pengembangan kota cerdas yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Model tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di kawasan ASEAN.
 

Editor : Wahab Firmansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network