Setelah Jakarta, Bekasi Keluarkan Alarm Waspada Hantavirus dari Tikus

Abdullah M Surjaya
Ilustrasi Virus Hantavirus. (Foto: X)

BEKASI, iNewsBekasi.id - Kasus Hantavirus mulai menjadi perhatian serius di wilayah Jabodetabek setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengonfirmasi tiga warga positif terinfeksi virus tersebut. Selain itu, enam pasien lainnya masih dalam pemantauan karena diduga terpapar virus yang ditularkan melalui tikus.

Menyusul meningkatnya temuan kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengeluarkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas layanan kesehatan. Rumah sakit, puskesmas, hingga klinik diminta meningkatkan pengawasan serta deteksi dini terhadap potensi penyebaran Hantavirus.

Surat edaran bernomor 400.7.7.1/5943/Dinkes/2026 yang diterbitkan pada 11 Mei 2026 menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap virus Hanta di wilayah Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supria Dinata, mengatakan langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya kasus virus Hanta di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Ia menjelaskan, Hantavirus berasal dari Orthohantavirus dengan reservoir utama tikus dan celurut.

“Di wilayah Kami (Bekasi) belum ada Puskesmas dan rumah sakit yang melaporkan kasus Hantavirus. Namun kami tetap mewaspadai dengan mengantisipasinya merujuk warga DKI ada yang terpapar,” kata Supria, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, infeksi virus Hanta dapat memicu dua kondisi serius, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Bahkan, tingkat kematian akibat HPS disebut dapat mencapai 60 persen.

Editor : Wahab Firmansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network