PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah dan Kemenag

Kastolani Marzuki
PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 berdasarkan metode istikmal. Foto/Ilustrasi/Istimewa

Sementara itu, parameter hilal terbesar tercatat di Kota Lhoknga, Aceh. Tinggi hilal mar’i mencapai 3 derajat 37 menit, elongasi hilal hakiki 6 derajat 57 menit, dan lama hilal berada di atas ufuk selama 18 menit 30 detik.

Secara umum, PBNU menyebut seluruh wilayah Indonesia memiliki tinggi hilal positif sehingga pada saat matahari terbenam hilal sudah berada di atas ufuk. Namun, wilayah yang memenuhi kriteria imkanur rukyah dengan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat hanya terdapat di kawasan Indonesia bagian barat, termasuk Aceh.

Meski demikian, hasil rukyat di berbagai daerah tidak berhasil melihat hilal sehingga PBNU menetapkan awal Muharram melalui metode istikmal atau penyempurnaan bulan berjalan menjadi 30 hari.

Keputusan PBNU ini berbeda satu hari dengan Kalender Hijriah yang disusun Kementerian Agama (Kemenag) dan ketetapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kemenag dan Muhammadiyah menetapkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 berdasarkan kalender yang digunakan masing-masing.

Editor : Wahab Firmansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network