Perayaan Juara Spanyol Berujung Maut, Remaja 13 Tahun Tewas akibat Pesta Kembang Api

Rizky Agustian
Masyarakat turun ke jalan merayakan Tim Nasional (Timnas) Spanyol juara Piala Dunia 2026. Foto: AP

BEKASI, iNewsBekasi.id - Kemenangan Tim Nasional (Timnas) Spanyol juara Piala Dunia 2026 disambut meriah, terutama di negaranya. Namun, di tengah pesta, sebuah insiden terjadi hingga satu orang tewas.

Seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun meninggal dunia saat ikut merayakan Timnas Spanyol juara Piala Dunia 2026 di Ciudad Rodrigo, Salamanca, Spanyol pada Senin (20/7/2026) dini hari waktu setempat. 

Nyawanya tidak tertolong setelah sebagian struktur air mancur yang dinaikinya roboh. Sementara, dua orang lainnya mengalami luka. Salah satunya seorang anak yang langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang kaki.

Menurut layanan darurat Castilla y León, insiden terjadi sekitar pukul 00.30 waktu setempat. Sejumlah warga merayakan kemenangan Spanyol di kawasan Air Mancur Árbol Gordo. 

Beberapa orang di antaranya dilaporkan menaiki struktur air mancur hingga sebagian bangunan tersebut ambruk.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ciudad Rodrigo menyampaikan dukacita atas peristiwa tersebut.

"Apa yang seharusnya menjadi perayaan kemenangan Tim Nasional Sepak Bola Spanyol di Piala Dunia berubah menjadi sebuah tragedi," demikian pernyataan pemerintah kota melalui media sosial, dilansir dari BBC.

Layanan darurat menerima sejumlah laporan terkait runtuhnya air mancur. Petugas kemudian mengerahkan polisi setempat, Garda Sipil Salamanca, pemadam kebakaran, serta tim medis darurat yang membawa unit perawatan intensif bergerak dan ambulans.

Remaja itu sempat dibawa ke pusat kesehatan terdekat, namun nyawanya tidak tertolong. Otoritas kemudian meminta Garda Sipil menyelidiki penyebab kematian korban sekaligus memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga.

Insiden tragis itu terjadi hanya beberapa saat setelah Spanyol memastikan gelar juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah 2010.

Perayaan kemenangan sepak bola sebelumnya juga memakan korban jiwa. Awal bulan ini, tiga orang dilaporkan tewas akibat sesak napas saat perayaan Piala Dunia di Mexico City, sementara seorang pria berusia 30 tahun meninggal akibat serangan epilepsi.

Editor : Tedy Ahmad

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network