El Nino Diprediksi Bertahan hingga Oktober 2026, BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca

Binti Mufarida
BMKG mengungkap fenomena El Nino di Indonesia saat ini memasuki kategori kuat dan diperkirakan akan bertahan hingga Oktober 2026. (Foto: X)

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino yang melanda Indonesia masih akan berlangsung hingga Oktober 2026. Saat ini, kondisi El Nino bahkan telah memasuki kategori kuat, sehingga pemerintah meningkatkan langkah mitigasi untuk menghadapi dampak musim kemarau.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar BMKG memperkuat langkah antisipasi terhadap musim kemarau yang berbarengan dengan El Nino. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Arahan tersebut disampaikan usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

"Iya memang arahannya adalah agar BMKG dapat terus memperkuat dukungan bagi antisipasi dari kemarau yang bersamaan dengan El Nino di tahun 2026," kata Faisal kepada wartawan dikutip, Rabu (29/7/2026).

Menurut Faisal, hasil pemantauan BMKG menunjukkan fenomena El Nino saat ini telah berada pada level kuat. "Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat ya," tuturnya.

El Nino Berpotensi Sangat Kuat hingga Oktober 2026

BMKG sebelumnya memproyeksikan El Nino masih akan bertahan dalam beberapa bulan mendatang. Bahkan, peluang fenomena tersebut berkembang menjadi kategori sangat kuat diperkirakan mencapai 75 persen.

Kondisi tersebut diperkirakan akan menyebabkan penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2026, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Menghadapi ancaman tersebut, BMKG memusatkan langkah mitigasi pada dua sektor utama, yakni penanganan kekeringan dan pencegahan kebakaran hutan serta lahan.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, BMKG bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta sejumlah instansi terkait dalam melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna membantu pengisian waduk.

Sementara itu, upaya pencegahan karhutla difokuskan di enam provinsi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, yaitu; Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan

"Itu juga dilakukan secara berkala Operasi Modifikasi Cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana agar dia tidak mudah terbakar," ujarnya.

Selain operasi modifikasi cuaca, BMKG juga terus memantau perkembangan atmosfer di seluruh wilayah Indonesia. Pemantauan tersebut menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi berbasis ilmiah guna meminimalkan dampak El Nino terhadap masyarakat, sektor pertanian, serta potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau 2026.

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network