Operator Aeon menjelaskan ledakan terjadi setelah proses evakuasi pengunjung dan karyawan dilakukan sekitar satu jam usai gempa mengguncang wilayah tersebut pada pukul 16.27 waktu setempat.
Namun, Kepolisian Prefektur Kumamoto menyatakan sekitar 200 orang memang berhasil dievakuasi sebelum ledakan, tetapi masih ada kekhawatiran sejumlah korban terjebak setelah lantai dua bangunan ambruk.
Seorang pekerja mal yang masih berada di dalam gedung sempat menghubungi rekannya yang telah berhasil keluar. Korban tersebut menyampaikan bahwa masih banyak orang yang belum dapat menyelamatkan diri akibat kondisi bangunan yang rusak.
Di sisi lain, juru bicara Aeon di kantor pusat Chiba mengatakan pihaknya memperoleh laporan dari penanggung jawab di Kumamoto bahwa seluruh orang telah dievakuasi sebelum ledakan terjadi. Menurut laporan tersebut, ledakan berlangsung lebih dari 30 menit setelah proses evakuasi selesai.
Seorang saksi mata berusia 44 tahun yang bekerja di salon rambut tidak jauh dari lokasi mengaku mendengar suara ledakan sangat keras. "Saya melihat kepulan asap putih setelahnya (ledakan)," katanya.
Akibat ledakan tersebut, langit-langit dan dinding Mal Aeon Kumamoto runtuh hingga memperlihatkan rangka baja bangunan. Puing-puing material juga berserakan di sekitar kompleks pusat perbelanjaan.
Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus melakukan operasi pencarian terhadap korban yang diduga masih berada di dalam bangunan.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
