JAKARTA, iNewsBekasi.id- Pasokan batubara menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberlangsungan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Gangguan pasokan maupun proses pengadaan yang tidak transparan berpotensi memengaruhi kontinuitas pembangkit.
Direktur Utama PLN Icon Plus Chipta Perdana mengatakan, untuk memastikan ketersediaan pasokan batu bara, pihaknya menghadirkan Batu Bara Online (BBO) sebagai aplikasi pengendalian pasokan yang mengintegrasikan proses pengadaan secara lebih cepat, transparan, dan akurat.
BBO tidak hanya berfungsi sebagai sistem administrasi. Aplikasi ini juga dirancang untuk meningkatkan pelayanan kepada mitra kerja sekaligus memastikan proses pengadaan batubara dapat dipantau secara menyeluruh.
"Sistem ini mencakup pengendalian ketepatan dan kualitas pasokan, pembayaran tepat waktu, serta harga yang wajar bagi mitra kerja," kata Chipta dalam keterangannya pada Jumat (21/8/2026).
Dia menuturkan, kemitraan dengan penyedia batubara juga dapat dipantau melalui sistem, termasuk kontrol terhadap ukuran, utilisasi, dan efisiensi pembangkit.
Selain itu, BBO dilengkapi sistem peringatan dini untuk membantu mengidentifikasi potensi kendala dalam pasokan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap operasional PLTU.
"Seluruh tahapan pengadaan batubara juga tercatat dalam alur aplikasi. Proses tersebut dimulai dari kontrak dan permintaan, pengiriman, penerimaan, penagihan, hingga pembayaran," tuturnya.
Menurut dia, pencatatan dilakukan secara sistematis, mulai dari kontrak pembelian beserta amendemennya, nominasi kebutuhan batubara, proses pengiriman dan verifikasi dokumen di PLTU, hingga verifikasi kualitas dan kuantitas batu bara yang diterima.
Tahapan berikutnya mencakup proses penagihan yang dilengkapi berita acara serah terima, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi hingga pembayaran akhir.
Dengan proses bisnis yang transparan dan dapat dimonitor, BBO memungkinkan setiap tahapan pengadaan batu bara memiliki jejak administrasi yang jelas. Sistem yang andal dan akurat serta tampilan antarmuka yang mudah digunakan juga mendukung pengelolaan pasokan secara lebih efektif.
"Kehadiran BBO pada akhirnya mengubah pengelolaan pasokan batu bara dari proses yang semata-mata mengandalkan kepercayaan antar pihak menjadi mekanisme yang dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan dari awal hingga akhir," ucapnya.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
