Kendala lainnya adalah jarak pandang di dalam kapal. Sedimen dan lumpur yang mulai masuk membuat visibility penyelam sangat terbatas. Selain itu, terdapat sejumlah benda tajam di dalam kapal yang berpotensi melukai penyelam selama proses pencarian korban berlangsung.
Risiko lain berasal dari kendaraan yang berada di dalam kapal. BBM dari sejumlah kendaraan dilaporkan mulai keluar sehingga menimbulkan risiko chemical di area tertentu.
"Di sana ada kendaraan, nah ini kendaraan-kendaraan ini sudah apa, BBM-nya itu sudah mulai ada yang keluar ya. Nah inilah yang membuat risiko juga bagi penyelam, keselamatannya. Ini tidak berani untuk melaksanakan penyelaman di area-area yang memang sudah mengeluarkan chemical itu," ujarnya.
Berbagai kendala tersebut membuat penyelam belum dapat menjangkau seluruh kompartemen di dalam KM Virgo Transport 8.
"Sehingga tidak bisa semua kompartemen-kompartemen yang ada di kapal itu dimasuki, karena alasan-alasan ini ya," jelas dia.
Sementara itu, hingga Minggu (27/9/2026), tim SAR gabungan telah menemukan 174 orang dalam operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 66 orang meninggal dunia.
Berdasarkan total manifest sebanyak 243 orang, masih terdapat 69 korban yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap korban KM Virgo Transport 8 dengan mempertimbangkan kondisi kapal dan faktor keselamatan penyelam.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
