Gunung Anak Krakatau 3 Kali Erupsi Pagi Tadi, Status Siaga dan Radius 5 Km Ditutup

Binti Mufarida
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Foto CCTV diambil pada 19 Oktober 2026 (Dok. PVMBG)

PVMBG juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bahaya, seperti lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

"Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," tulis PVMBG dalam rekomendasinya.

PVMBG turut mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pantai Banten dan Lampung agar tetap tenang menyikapi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, termasuk isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut akan menyebabkan tsunami.

Warga di wilayah pesisir diharapkan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan mematuhi rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan PVMBG.

Masyarakat, wisatawan, dan pendaki juga diminta tidak mendekati zona berbahaya selama aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

Editor : Wahab Firmansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network