Pertamina Gelar SMEXPO 2026 di Bekasi, 50 UMKM Berebut Peluang Pasar

Abdullah M Surjaya
Pameran 50 UMKM binaan SMEXPO 2026 di Pakuwon Mal Bekasi. Foto/iNews Bekasi

BEKASI, iNewsBekasi -  Pertamina memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penpameran di sejumlah kota. Strategi ini untuk membantu pelaku usaha binaan meningkatkan penjualan, memperluas jaringan bisnis, hingga mengembangkan skala usaha agar naik kelas.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2026. Setelah digelar di Pekanbaru, Cirebon, dan Yogyakarta, pameran tersebut kini menyambangi Pakuwon Mal Bekasi dengan melibatkan 50 UMKM mitra binaan Pertamina.

Program ini tidak sekadar menjadi ajang promosi produk. Pertamina juga menjadikan SMEXPO sebagai sarana mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas.

Corporate Secretary Pertamina Arya Paramita mengatakan perluasan penyelenggaraan SMEXPO bertujuan memberikan kesempatan kepada UMKM binaan untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Menurut dia, interaksi langsung dengan konsumen dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan peluang transaksi.

“Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada UMKM yang menjadi mitra binaan Pertamina untuk bisa bertemu langsung dengan market-nya di sini,” kata Arya di Bekasi, Minggu (1/11/2026).

Dampak penyelenggaraan SMEXPO terlihat dari peningkatan nilai transaksi dalam pameran tersebut. Arya menyebut transaksi yang sebelumnya berada di kisaran Rp2,5 miliar meningkat menjadi Rp3,8 miliar pada SMEXPO Regional Yogyakarta 2026.

Angka tersebut tumbuh sekitar 52 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pertamina pun terus mengevaluasi pelaksanaan pameran agar manfaat ekonomi yang diterima pelaku UMKM semakin besar. 

Selain transaksi langsung, kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran secara berkelanjutan. ”Small Medium Enterprise Expo ini tentunya memberi jalan bagi UMKM untuk terus berkembang dan naik kelas,” ujarnya.

Dalam SMEXPO Bekasi, sebanyak 50 UMKM dilibatkan. Sebanyak 25 UMKM hadir langsung untuk memasarkan produknya, sementara produk dari 25 UMKM lainnya turut dipamerkan.

Selain pameran regional, Pertamina juga menggelar kegiatan tematik sepanjang tahun. Kegiatan tersebut disesuaikan dengan sejumlah momentum, seperti Ramadhan, Hari Kartini, Hari Kemerdekaan Indonesia, hingga menjelang Natal dan Tahun Baru.

Ribuan UMKM Disaring untuk Program Pembinaan

Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana mengatakan pengembangan UMKM membutuhkan pendampingan yang menyentuh tiga persoalan utama, yakni pembiayaan, akses pasar, dan kualitas produk.

Ketiga aspek tersebut menjadi fokus program pemberdayaan Pertamina Foundation agar UMKM mampu meningkatkan kapasitas bisnis dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Gusman menjelaskan, proses pembinaan diawali dengan seleksi terhadap sekitar 8.000 UMKM pada awal 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 350 UMKM dikukuhkan sebagai peserta program pembinaan pada Juni 2026.

Sebanyak 50 UMKM di antaranya kemudian mendapat kesempatan berpartisipasi dalam SMEXPO Bekasi. Pemilihan Bekasi sebagai lokasi pameran juga mempertimbangkan potensi pasar dan aktivitas ekonomi masyarakat. 

Pertamina Foundation menargetkan transaksi SMEXPO Bekasi mencapai sedikitnya Rp 2,5 miliar.

“Targetnya kita bisa mencapai Rp 2,5 miliar. Kita pilih Bekasi sebagai salah satu kota yang memang punya potensi luar biasa. UMKM-nya juga cukup banyak,” kata Gusman.

Saat ini, program pemberdayaan Pertamina Foundation telah menjangkau mitra binaan dan local heroes di 28 provinsi di Indonesia.

Pendampingan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga penguatan kualitas produk, perluasan jejaring usaha, dan pembukaan akses pasar yang lebih kompetitif.

Penguatan UMKM juga dinilai memiliki dampak terhadap peningkatan peran perempuan dalam perekonomian. Banyak perempuan terlibat langsung dalam berbagai sektor usaha, mulai dari kerajinan, kuliner, hingga bisnis rumahan.

Ketua Umum Persatuan Wanita Patra (PWP) Pusat Priscilia Simon Mantiri mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga melalui kegiatan usaha.

Menurut dia, keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai transaksi. Lebih dari itu, program pemberdayaan harus mampu membuat pelaku usaha tumbuh mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Ketika seorang perempuan diberikan kesempatan untuk berkembang, manfaatnya tidak akan berhenti pada dirinya sendiri. Manfaat tersebut juga akan dirasakan oleh keluarganya, lingkungannya, dan masyarakat yang lebih luas,” ucapnya.

Sebagai gambaran, UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Jumlahnya diperkirakan mencapai hampir 65 juta unit dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Editor : Abdullah M Surjaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network