get app
inews
Aa Read Next : Guru SMP di Musi Rawas Diberondong Tembakan Orang Tak Dikenal di Depan Rumah

Guru Perempuan Ini Dipenjara 5 Tahun Usai Paksa Muridnya Berhubungan Intim Berkali-kali

Jum'at, 29 Oktober 2021 | 11:11 WIB
header img
Fatinah Hossain, guru perempuan di Inggris yang dihukum penjara lebih dari lima tahun karena berhubungan intim dengan siswa 14 tahun di sekolah. (Foto: Sussex Police)

WEST SUSSEX, iNews.id - Seorang guru perempuan di Inggris dihukum penjara lantaran berhubungan seks dengan siswa berumur 14 tahun di sekolah selama beberapa bulan. Pengajar tersebut mengklaim muridnya terangsang di kelas dan menggodanya.

Fatinah Hossain (25), asisten pengajar di sebua sekolah di West Sussex, dihukum penjara lebih dari lima tahun pekan lalu.

Seorang sumber yang mengenalnya mengungkapkan kepada The Sun bahwa Hossain, yang dikenal teman-temannya sebagai Tina menggambarkan sosok muridnya kepada teman-temannya sebagai "anak laki-laki remaja yang hormonal dan terangsang" yang menggodanya.

"Anda dapat membayangkan seperti apa anak-anak di sekolah pada usia itu sehingga itu tampak seperti lelucon," kata sumber tersebut mengutip teman-teman Hossain.

"Menjijikkan melihat ke belakang sekarang mengetahui apa yang dia lakukan," ujarnya.

"Dia memiliki sifat manipulatif dan juga bisa menjadi pemarah, terutama jika dia merasa diserang," paparnya.

"Dia terkadang terlihat naif secara seksual," imbuh dia.

Teman-teman Hossain juga menjulukinya sebagai seseorang yang dengan cepat menjadi "tergila-gila dan obsesif" dalam urusan cinta.

Hubungan seksual antara guru dan murid berlangsung berbulan-bulan, bahkan saat bocah tesebut ingin mengakhirinya, Hossain mengklaim dia hamil.

Hossain mencoba menghentikan bocah itu memberi tahu polisi dengan menawarkan uang dan mengancam akan menyakiti dia serta keluarganya.

Hossain, yang meraih gelar Magister Kriminologi Global dari Universitas Roehampton, juga bekerja paruh waktu sebagai pembuat roti di supermarket lokal. Di sanalah polisi menangkapnya.

Hossain sudah bekerja di sekolah tersebut selama 13 bulan sebagai pengawas studi dan guru penutup. Meskipun begitu, penangkapannya tidak menghentikan pelecehan tersebut.

Hossain memakai media sosial, menggunakan akun palsu guna mengancam murid dan anak-anak lain.

Usai mengakui kejahatan seks dan memutarbalikkan jalannya keadilan, Hossain dipenjara selama lima tahun lebih empat bulan di Pengadilan Brighton Crown minggu lalu.

Hakim Jeremy Gold menjuluki kejahatannya sebagai "kampanye pelecehan yang cukup luar biasa".

Dia menggambarkan pelanggarannya sebagai "tanpa henti, luas dan jahat".

Detektif Polisi Sussex, Leigh Rankin, seperti dikutip Express.co.uk, Kamis (28/10/2021), menambahkan: "Ini adalah kampanye yang berkepanjangan dan menyedihkan dan kami senang bahwa keadilan sekarang telah ditegakkan untuk bocah itu dan beberapa orang lain yang terperangkap dalam jaringan kebohongan dan manipulasi Hossain."

Hossain akan selamanya masuk catatan sebagai Pelanggar Seks Terdaftar.

Setelah dia dibebaskan dari penjara, dia akan dikenai Perintah Pencegahan Kerusakan Seksual selama 10 tahun.

Editor : Eka Dian Syahputra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut