Syaikh Ibrahim: Pendidikan Keimanan Harus jadi Fondasi Utama Cetak Generasi Muslim
BEKASI, iNews Bekasi – Pendidikan keimanan harus menjadi pondasi utama dalam membentuk generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepribadian yang kokoh. Pesan tersebut disampaikan Syaikh Ibrahim hafizhahullah asal Gambia dalam Tabligh Akbar dan Kajian Islam bertema "Guru Sejati (Al Mudarris Al Jaad): Aqidahnya, Ibadahnya, dan Akhlaknya" yang digelar di Masjid Ash-Shahabah, Sekolah Islam Baitul Ilmi (SIBI), Tambun Utara, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (1/8/2026).
Materi kajian diterjemahkan secara langsung oleh Ustaz Abu Islama Imanuddin hafizhahullah, yang menyampaikan bahwa tantangan pendidikan Islam saat ini mencakup empat aspek penting, yakni pendidikan keimanan, pendidikan akal, pendidikan jasmani, dan pendidikan akhlak.

Menurut Syaikh Ibrahim yang diterjemahkan oleh Ustaz Abu Islama Imanuddin, keempat aspek tersebut sejatinya bermuara pada satu tujuan utama, yaitu membangun keimanan yang kuat berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Pendidikan keimanan adalah fondasi. Pendidikan yang hanya menekankan aspek dunia, kecerdasan intelektual, atau sekadar karakter tanpa dibangun di atas keimanan tidak akan melahirkan generasi yang utuh," ujar Ustaz Abu Islama saat menerjemahkan penjelasan Syaikh Ibrahim.
Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa pendidikan keimanan dibangun melalui dua metode utama.
Pertama adalah keteladanan (uswah hasanah). Orang tua dan guru dituntut menjadi contoh nyata dalam ibadah, akhlak, dan amal saleh karena pengaruh perbuatan jauh lebih besar daripada sekadar nasihat.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar