get app
inews
Aa Text
Read Next : BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Bekasi 22–26 Januari 2026, Waspada Banjir

Alasan Putri Candrawathi Masih Mau Bertemu Brigadir J Setelah Mengaku Dilecehkan

Kamis, 22 Desember 2022 | 08:48 WIB
header img
Putri Candrawati

"Pada rektroma sindrom atau sindrom perempuan yang alami kekerasan seksual sampai pemerkosaan itu ada fase di mana pada saat fase akut dan segera kemungkinannya ada tiga," ujar Reni.

"Pertama adalah express, jadi di sini mengekspresikan kemarahannya dan kedua control, dikontrol ini satu penekanan dan ini berelasi pada ciri-ciri kepribadian tertentu yang jadi menekan rasa marahnya, menekan rasa takutnya, menekan rasa malunya meskipun itu ada tapi dikontrol," sambungnya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam kasus dugaan pelecehan, respom yang diberikan korban dalam hal ini Putri Candrawathi lebih mengarah kepada fase kontrol diri.

"Nah yang terjadi pada ibu PC pada teori ini lebih sesuai dengan respons yang kontrol. Jadi seolah tidak ada emosi apa-apa, seolah-olah itu tidak terjadi apa-apa. Itu merupakan suatu bentuk defence mechanism supaya tetap tegar," katanya.

"Dari sekian banyak korban yang pernah ahli temui, berapa persen yang melakukan defense seperti ini dibanding melaporkan ke kepolisian atau ke dokter dengan visum?," tanya Sarmauli.

Reni kemudian mengatakan bahwa seseorang dalam kasus pelecehan membutuhkan rasa untuk membangkitkan dirinya dari rasa malu akan kejadian yang menimpanya.

"Kalau dilihat dari Indonesia judicial research society di tahun 2021 yang margin error 2 persen dari data populasinya, itu menunjukkan bahwa kebanyakan akan menarik diri takut malu merasa bersalah yang bisa menggunakan ketiga respons tersebut," terangnya.

Editor : Lely Anggoro Putri

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut