Logo Network
Network

Peran Empati Dalam Meningkatkan Kualitas Komunikasi Antarindividu

M Hary Fauzan
.
Selasa, 19 Maret 2024 | 18:42 WIB
Peran Empati Dalam Meningkatkan Kualitas Komunikasi Antarindividu
Komunikasi Interpersonal. Foto/Ilustrasi
Raden Agni Najwa Madenda
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB)
 
PADA hakikatnya, komunikasi interpersonal adalah salah satu aspek yang paling mendasar dalam hubungan antar manusia, baik dalam interaksi sehari-hari maupun percakapan yang lebih mendalam. Kemampuan berkomunikasi secara efektif memainkan peran yang krusial dalam membangun ikatan yang kuat antara individu. 
 
Pentingnya memahami esensi komunikasi interpersonal, keterampilan yang diperlukan untuk memperkuatnya, serta dampaknya yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat diabaikan. Ketidakmampuan untuk mengembangkan sikap empati yang memadai dapat merusak aliran komunikasi interpersonal yang sehat, menghasilkan konflik, ketidakpahaman, dan ketegangan dalam hubungan.
 
Empati adalah kemampuan mengindra perasaan dari perspektif orang lain. Empati menekankan pentingnya mengindra perasaan orang lain sebagai dasar untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat. Dalam empati perhatian dialihkan kepada pengenalan emosi orang lain, semakin seseorang mengetahui emosi sendiri, semakin terampil dia membaca emosi orang lain. 
 
Sehingga semakin tinggi tingkat empati remaja terhadap orang lain, maka remaja tersebut akan semakin mudah berinteraksi dengan orang lain dan menerima informasi yang diberikan. Semakin rendah tingkat empati seseorang maka semakin rendah pula tingkat kualitas hidup mereka.
 
Dimana pengertian kualitas hidup adalah tingkatan yang menggambarkan keunggulan seorang individu yang dapat dinilai dari kehidupan mereka. Keunggulan individu tersebut biasanya dapat dinilai dari tujuan hidupnya, kontrol pribadinya, hubungan interpersonal, perkembangan pribadi, intelektual dan. (Cohen & Lazarus dalam Sarafino,1994). 
 
Salah satu cara untuk mengukur keunggulan individu atau kualitas hidup mereka adalah dari hubungan interpersonalnya. Ketika seseorang ingin menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain maka dia sangat membutuhkan komunikasi.
 
Dalam kehidupan sehari-hari seseorang pasti selalu membutuhkan komunikasi untuk berinteraksi dengan orang lain. Salah satunya yaitu komunikasi interpersonal, yang dimana menurut Devito (dalam Suseno, 2009) menyatakan bahwa komunikasi Interpersonal merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau sekelompok kecil orang secara spontan dan informal. Komunikasi interpersonal mempengaruhi komunikasi dan hubungan dengan orang lain. 
 
Suatu pesan yang dikomunikasikan, bermula dari diri seseorang (Muhammad, 1995). Komunikasi interpersonal menjadi penting karena prosesnya bersifat dialogis. Dalam proses komunikasi dialogis nampak adanya upaya dari para pelaku komunikasi untuk terjadinya pergantian bersama dan empati. Ketidakmampuan dalam mengembangkan sikap empati dan komunikasi interpersonal dengan baik akan menghasilkan kualitas hidup yang buruk.
 
Aspek-aspek dari kemampuan empati yang meliputi aspek kognitif dan emosi. Fesbach (Carltledge & Milburn, 1995) menyebutkan aspek-aspek kemampuan empati tersebut, yaitu:
 
a) Rekognisi dan diskriminasi dari perasaan, yaitu kemampuan menggunakan informasi yang relevan untuk memberi nama dan mengidentifikasikan emosi.
b) Pengambilan perspektif dan peran, yaitu kemampuan memahami bahwa individu lain dapat melihat dan mengintepretasikan situasi dengan cara yang berbeda, serta kemampuan mengambil dan mengalami sudut pandang orang lain. Kemampuan pengambilan peran kognitif dan afektif adalah kemampuan untuk berpikir tentang sesuatu yang dipikirkan orang lain dan menyimpulkan perasaan orang lain.
c) Responsivitas emosional, yaitu kemampuan untuk mengalami dan menyadari emosinya sendiri. Sedangkan menurut Winkel (dalam Barus, 2005) komunikasi interpersonal merupakan proses komunikasi timbal balik yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, langsung dan melalui kontak pribadi (hati ke hati). 
 
Dari segi psikologis komunikasi, dapat dipahami bahwa semakin baik hubungan
interpersonal, maka akan semakin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya, semakin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsinya terhadap diri sendiri, sehingga semakin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikator dan komunikan.
 
 
Efektifitas komunikasi interpersonal mempunyai lima aspek sebagai berikut:
1) Keterbukaan. Kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan antarpribadi.
2) Empati. Merasakan apa yang dirasakan orang lain.
3) Dukungan. Situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif.
4) Rasa positif. Seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
5) Kesetaraan. Pengakuan secara diamdiam bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. Sebagai sarana untuk mencapai suatu kesepakatan atau kesetaraan pandangan atau pendapat.
 
Dengan demikian, peran empati dalam meningkatkan kualitas komunikasi antarindividu sangatlah signifikan. Empati memungkinkan individu untuk merasakan dan memahami perasaan serta perspektif orang lain, menjadi dasar untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat. Kurangnya kemampuan empati dan komunikasi interpersonal yang efektif dapat menghasilkan konflik, ketidakpahaman, dan ketegangan dalam hubungan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas hidup. 
 
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan dan mengembangkan kemampuan empati serta efektivitas komunikasi interpersonal. Melalui keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan dalam komunikasi interpersonal, kita dapat membangun hubungan yang lebih sehat, produktif, dan bermakna dengan orang lain, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Editor : M Hary Fauzan

Follow Berita iNews Bekasi di Google News

Bagikan Artikel Ini