get app
inews
Aa Text
Read Next : Sahroni Dorong PPATK Telusuri Aliran Dana Dugaan Korupsi Rp1 Kuadriliun di Pertamina

Pimpinan Komisi III Sahroni Nilai Kapolri Listyo Sigit Sosok Tegas dan Inovatif

Senin, 10 Februari 2025 | 16:43 WIB
header img
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai yang terbaik.

Hal ini disampaikannya menanggapi pernyataan pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto, yang menyarankan Presiden Prabowo Subianto mengganti Kapolri.

Bambang menilai Listyo dinilai sebagai Kapolri terburuk sepanjang era reformasi, bahkan Polri juga tergoda dengan politik kekuasaan. 

Berbeda dengan Bambang, Sahroni menilai Jenderal Listyo tepat memimpin Korps Bhayangkara. Kondisi saat ini seharusnya menjadi momentum Listyo untuk bersih-bersih di institusi Polri dan semakin transparan.

Sahroni berpandangan mungkin ISESS dan sebagian publik melihat kinerja  Kapolri buruk karena banyak diberitakan oknum polisi yang melakukan pelanggaran dan akhirnya dipecat, bahkan dipidana.

"Justru Komisi III melihat itu sebagai momentum bersih-bersih, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Jadi kalau sama Kapolri Listyo, semua kasus dibuka secara transparan dan diproses dengan tegas. Maka kalau menurut data dan penilaian kami, Kapolri Listyo Sigit adalah sosok terbaik," katanya pada Senin (10/2/2025). 

Menurut dia, Kapolri dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan Polri dengan berbagai kinerja-kinerja baik dari kepolisian. Ini tentu tidak mudah, dibutuhkan kepemimpinan yang solid dan tegas untuk mengatasi hal-hal seperti itu.

Bendahara Umum Partai Nasdem ini menilai, Listyo Sigit Prabowo sebagai sosok yang inovatif dan terbuka terhadap masukan. Sehingga, Polri di bawah Listyo Sigit menjadi institusi yang banyak mengalami kemajuan.

“Kapolri ini sangat terbuka dengan masukan-masukan dari masyarakat. Kritik terhadap Polri itu benar-benar Kapolri dengar dan dijadikan bahan evaluasi. Bahkan kalau ada laporan kasus masyarakat yang tersendat, Kapolri sering turun tangan langsung menangani kasus tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, Sahroni mengakui ada beberapa jajaran kepolisian yang kerap tidak mengikuti instruksi Kapolri. Mereka merupakan oknum yang berlaku sewenang-wenang dan mencoreng institusi Polri.

Walau pemimpinnya sudah tegas dan profesional, lanjut dia, kadang jajaran di bawah ada yang masih suka bandel melawan instruksi pimpinan. Hal-hal seperti ini yang sulit dikontrol, banyak oknum yang semena-mena tapi atas kehendak pribadi.

"Seperti misal pelecehan, pungli, dan lain-lain. Ini kan kesalahan individual, tapi jadi menyeret citra institusi. Mereka-mereka ini lah yang jadi benalu di Polri,” ucapnya.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut