get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Bekasi Nilai CSR Urban Farming Lippo Cikarang Berdampak Positif bagi Warga

Penampakan Mengerikan Musola Nurul Islam Bojongmangu Roboh usai Diguncang Gempa

Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:59 WIB
header img
Musola Nurul Islam di Kampung Walahar Rawa Doma, Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi roboh usai diguncang gempa. Foto/iNews Bekasi

BOJONGMANGU, iNewsBekasi.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8/2025) sekitar pukul 19.54 WIB. Tidak ada korban jiwa namun kepanikan sempat dialami warga di hampir seluruh wilayah.

Imbas gempa tersebut merobohkan Musola Nurul Islam di Kampung Walahar Rawa Doma, Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu dan merusak bangunan SMPN 3 Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Pantauan iNews Bekasi, Musola Nurul Islam yang berada i RT 015/006 mengalami rusak parah dan roboh usai diguncang gempa selama tiga detik. Beruntungnya, warga yang usai beribadah salat Isya kala itu berhasil menyelamatkan diri.

“Kebetulan saya habis salat langsung ke depan ke rumah kakak, baru sampe ngga lama anak bilang musola gempa. Saya lari ke rumah, memang iya sudah ambruk aja,” ucap Esi Sukaesih (52), warga sekitar kepada wartawan, Kamis (21/8/2025).

Esi merupakan bagian dari keluarga yang membangun musala tersebut. Musala dibangun keluarga Esi dengan dibantu warga pada 2010 lalu sebagai tempat untuk salat berjamaah. Musala itu pun berada tepat di depan rumah Esi.

“Rumah saya mah enggak apa-apa, enggak ada retak atau bagaimana. Tapi ini musalanya yang hancur. Itu padahal pas salat isya masih dipakai, orang saya juga masih bersihin, masih ngepel, malemnya ambruk kena gempa,” ucap dia.

Musola berukuran 7x6 meter itu rusak parah. Hampir seluruh atap dan dinding ambruk. Hanya tersisa sisi depan musala yang biasa digunakan imam salat. Gempa pada malam itu cukup kencang hingga membuat dia beserta anak cucunya panik.

“Itu kemarin kayak keangkat-angkat itu. Lemari kayak pada terbang, rumah juga dengdek (miring), semua panik dan keluar menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Usai gempa, kata Esi, sejumlah pihak menyambangi warga dan meninjau kondisi musala. “Ya sudah pada datang semalem, ramai sampai jam 2 pagi. Ya semoga saja enggak cuma didatengi tapi kalau bisa dibenerin juga, karena ini buat ibadah,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi  mengatakan guncangan gempa itu dirasakan di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. ”Satu sarana ibadah atau musola di Desa Sukabungah rusak berat atau roboh,” katanya.

Menurut dia, meski guncangan terasa di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi, titik episentrum atau pusat gempa berada di wilayah Karawang. Hingga Kamis (21/8/2025), pihaknya mencatat terdapat 13 gempa susulan dan satu gempa utama yang terjadi di Kabupaten Bekasi.

Atas peristiwa gempa, Dodi mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan segera memeriksa bangunan di sekitar tempat tinggal. Apabila ada kerusakan atau keretakan, warga diminta untuk segera menjauh guna menghindari potensi ancaman jiwa.

"Bagi warga yang tinggal di gedung bertingkat, pastikan menggunakan jalur evakuasi dengan tertib. Hindari penggunaan lift saat evakuasi," ucap Dodi.

Dodi mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir laut seperti Muaragembong dan Tarumajaya untuk mewaspadai potensi bahaya sekunder, seperti tsunami. Meski hingga saat ini, pihaknya belum mendeteksi adanya potensi bencana alam tersebut.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8/2025) sekitar pukul 19.54 WIB. Tidak ada korban jiwa namun kepanikan sempat dialami warga di hampir seluruh wilayah.

Berdasarkan informasi dari Badan Meterologi Klimatologi Geofisika, gempa terjadi di titik 6.48 Lintang Selatan, 107,24 Bujur Timur atau 14 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Bekasi. Gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

Editor : Abdullah M Surjaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut