get app
inews
Aa Text
Read Next : Kejari Didesak Periksa Wali Kota Terkait Pengembangan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Olahraga

Kerugian Kebakaran Bekasi Capai Rp43 Miliar, Ini Data Lengkap Sepanjang 2025

Senin, 05 Januari 2026 | 11:34 WIB
header img
Sepanjang 2025, kebakaran di Kota Bekasi turun 8 persen menjadi 314 kejadian. Foto/Ilustrasi/iNews.id

BEKASI, iNewsBekasi.id- Sepanjang tahun 2025, peristiwa kebakaran masih kerap terjadi di Kota Bekasi. Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, tercatat 314 kejadian kebakaran dalam satu tahun terakhir. Artinya, rata-rata si jago merah muncul setiap dua hari sekali di wilayah tersebut.

Meski angka tersebut terbilang tinggi, terdapat kabar positif. Jumlah kebakaran sepanjang 2025 mengalami penurunan sekitar 8 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 341 kejadian. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Abi Hurairah, menyampaikan bahwa kewaspadaan warga terhadap potensi kebakaran, khususnya di lingkungan rumah tangga, terus mengalami peningkatan.

“Kesadaran masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan alat elektronik dan instalasi listrik terus kami tingkatkan melalui sosialisasi. Hal ini turut berkontribusi pada penurunan kejadian kebakaran,” kata Abi, Senin (5/1/2025).

Namun demikian, di balik tren penurunan tersebut, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran di Kota Bekasi. Dari total 314 kejadian sepanjang 2025, sebanyak 206 kasus atau lebih dari 65 persen dipicu oleh gangguan kelistrikan.

Selain korsleting, kebakaran juga disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti pembakaran sampah sembarangan, kebocoran gas atau BBM, kelalaian manusia, hingga faktor alam. Dari sisi lokasi, kawasan permukiman warga menjadi wilayah paling rawan dengan 121 laporan kebakaran.

Sektor usaha juga tak luput dari ancaman kebakaran. Disdamkarmat mencatat 48 kejadian terjadi di swalayan, toko, dan warung, sementara pabrik dan gudang mengalami 16 peristiwa kebakaran sepanjang 2025.

Dari sisi ekonomi, kebakaran di Kota Bekasi selama 2025 menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp43,4 miliar. Meski begitu, berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran, aset dan harta benda senilai Rp130,7 miliar berhasil diselamatkan.

Disdamkarmat Kota Bekasi kembali mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, tidak membakar sampah sembarangan, serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Tren penurunan kebakaran ini sejatinya sudah terlihat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, Kota Bekasi mencatat 454 kejadian kebakaran, dengan korsleting listrik sebagai penyebab utama sebanyak 223 kasus. Angka tersebut kemudian turun signifikan pada 2024 menjadi 341 kejadian, dan kembali menurun pada 2025.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut