get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah serta Buka Puasa Bekasi dan Cikarang Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026

41 Desa di Kabupaten Bekasi Terendam Banjir, 6.027 Warga Dievakuasi

Kamis, 29 Januari 2026 | 17:44 WIB
header img
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi menyebabkan puluhan desa terendam banjir. Foto//iNews Bekasi/Ilustrasi.dok

BEKASI, iNewsBekasi.id- Bencana hidrometeorologi berupa banjir masih melanda wilayah Kabupaten Bekasi hingga Kamis (29/1/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mencatat banjir berdampak pada puluhan desa dan memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, banjir terjadi di 41 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Jumlah warga terdampak mencapai 37.879 jiwa, dengan 6.027 jiwa di antaranya mengungsi ke 21 titik pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriyadi, mengatakan banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan luapan sungai serta genangan air di kawasan permukiman.

“Sebaran banjir cukup luas dengan tinggi muka air bervariasi, mulai dari sekitar 10 sentimeter hingga mencapai satu meter di beberapa wilayah,” kata Dody, Kamis (29/1/2026).

Sejumlah kecamatan tercatat mengalami genangan dengan ketinggian berbeda-beda. Di Kecamatan Babelan, banjir merendam Desa Bunibakti, Desa Muara Bakti, Desa Hurip Jaya, Desa Kedung Pengawas, hingga Kelurahan Kebalen, dengan tinggi muka air antara 10 hingga 100 sentimeter.

Sementara di Kecamatan Tarumajaya, banjir melanda Desa Segarajaya, Desa Samudra Jaya, dan Desa Pusaka Rakyat dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter. Kecamatan Tambun Utara juga terdampak, meliputi Desa Sriamur, Desa Srijaya, Desa Satriajaya, dan Desa Karangsatria, dengan tinggi muka air hingga 120 sentimeter.

Banjir turut menggenangi wilayah Kecamatan Sukakarya, Sukawangi, Pebayuran, Karangbahagia, Kedungwaringin, hingga Cikarang Timur. Di sejumlah desa seperti Sukakarya, Sukajadi, Karang Sentosa, dan Labansari, ketinggian air tercatat berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter.

Akibat banjir yang belum sepenuhnya surut, BPBD Kabupaten Bekasi menyiapkan 21 lokasi pengungsian yang tersebar di enam kecamatan. Titik pengungsian berada di berbagai fasilitas umum, seperti masjid, musala, sekolah, kantor desa, hingga tenda darurat.

Jumlah pengungsi mencapai 6.027 jiwa yang berasal dari 15 desa di enam kecamatan dengan tingkat dampak paling parah. Kecamatan Babelan menjadi wilayah dengan jumlah titik pengungsian terbanyak, di antaranya di Masjid Al-Hidayah, Masjid Jami, kantor desa, serta posko RW.

Selain permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 5.301,7 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bekasi terdampak banjir, yang berpotensi mengganggu produksi pangan masyarakat setempat.

Dody menyampaikan, BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait terus melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari asesmen lapangan, evakuasi warga, hingga pendistribusian bantuan logistik bagi para pengungsi.

“BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan, evakuasi, serta pendampingan kepada warga terdampak. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” tandasnya.
 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut