Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lapar Tengah Malam di Cikarang? Hotel Ini Buka Room Service 24 Jam
Advertisement . Scroll to see content

BPBD Kabupaten Bekasi: 43 Desa Terdampak, 27.838 KK Terimbas dan 3.824 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:12 WIB
  • author Abdullah M Surjaya
BPBD Kabupaten Bekasi: 43 Desa Terdampak, 27.838 KK Terimbas dan 3.824 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir
Update banjir Bekasi terbaru: 43 desa terdampak, 27.838 KK terimbas, 3.824 jiwa mengungsi. (Foto: Istimewa).

BEKASI, iNewsBekasi.id – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor, dan angin puting beliung masih meluas di wilayah Kabupaten Bekasi. Hingga Senin (2/2/2026) sore, tercatat 27.838 kepala keluarga (KK) terdampak bencana yang tersebar di 43 desa pada delapan kecamatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memicu luapan sungai serta genangan luas, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah.

“Bencana didominasi banjir dengan tinggi muka air berkisar 10 hingga 90 sentimeter, disertai longsor di sejumlah titik dan satu kejadian angin puting beliung,” kata Muchlis, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan data BPBD, terdapat sedikitnya 171 titik kejadian bencana yang tersebar di Kecamatan Babelan, Muaragembong, Tarumajaya, Tambun Utara, Sukawangi, Cabangbungin, Tambelang, dan Sukatani.

Babelan Jadi Wilayah Terparah

Kecamatan Babelan menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Banjir dan longsor merendam permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum, sehingga memaksa sebagian warga meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.

BPBD mencatat, sebanyak 991 KK atau 3.824 jiwa saat ini mengungsi di 11 lokasi pengungsian. Lokasi tersebut memanfaatkan masjid, sekolah, gedung serbaguna, ruko, hingga rumah warga yang berada di Kecamatan Babelan, Muaragembong, dan Tarumajaya.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut