Anggota DPR: Anak Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Bukti Nyata Kemiskinan Struktural
Dalam Rakernas I PDI Perjuangan Tahun 2026, Selly menjelaskan bahwa partai secara tegas menegaskan garis ideologis keberpihakan kepada wong cilik, perempuan, dan anak. Termasuk mendorong negara untuk memerangi kemiskinan ekstrem, memperkuat perlindungan sosial yang menyentuh akar persoalan, serta memastikan pemenuhan hak dasar rakyat secara nyata, bukan sekadar administratif.
Karena itu, menurut Selly, pendidikan harus dipastikan benar-benar inklusif, bermartabat, dan bebas dari beban yang menyingkirkan anak-anak miskin dari harapan hidupnya.
“PDI Perjuangan menegaskan posisinya sebagai partai penyeimbang yang menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan secara kritis terhadap kebijakan pemerintah. Tragedi ini harus menjadi momentum evaluasi serius bagi negara, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan masa depan, bahkan nyawa akibat kemiskinan dan kelalaian sistem,” tegasnya.
Ia menambahkan, politik sejatinya harus kembali pada hakikatnya untuk melindungi kehidupan, menegakkan keadilan sosial, serta memastikan negara hadir secara nyata bagi mereka yang paling lemah.
Sebagai mitra kerja strategis Komisi VIII DPR RI, Selly menekankan bahwa Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta lembaga terkait lainnya seharusnya menjadi garda terdepan dalam mencegah tragedi kemanusiaan serupa.
Ia mendesak adanya penguatan dan integrasi program perlindungan sosial, mulai dari bantuan sosial adaptif, jaminan pemenuhan kebutuhan dasar anak, hingga pendampingan psikososial bagi keluarga rentan. Seluruh kebijakan tersebut harus dijalankan secara proaktif dan berbasis data lapangan, bukan sekadar menunggu laporan atau kejadian ekstrem.
“Negara tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat, tetapi harus memperkuat kapasitas keluarga miskin, terutama yang memiliki anak usia sekolah, melalui penguatan ekonomi, akses pendidikan yang utuh, dan pendampingan sosial berbasis kebutuhan nyata di lapangan, agar kemiskinan tidak terus diwariskan lintas generasi,” tuturnya.
Peringatan: Isi artikel ini berkaitan dengan topik bunuh diri. Bagi Anda yang sedang mengalami tekanan mental atau pikiran menyakiti diri, disarankan untuk segera berkonsultasi ke psikolog, psikiater, atau layanan bantuan psikologis terpercaya.
Editor : Wahab Firmansyah