Jababeka Resmi Jadi Kota Wisata Industri, Gabungkan Manufaktur, Pariwisata dan UMKM di Bekasi
BEKASI, iNewsBekasi.id– Indonesia tengah menghadapi fenomena deindustrialisasi dini, yaitu kondisi ketika kontribusi sektor manufaktur mulai menurun sebelum tingkat industrialisasi mencapai fase optimal. Situasi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional karena berpotensi melemahkan daya saing industri serta memperlambat transformasi struktural ekonomi.
Menanggapi kondisi tersebut, Kota Jababeka Cikarang yang dikembangkan oleh PT Jababeka Tbk mengambil langkah strategis dengan mendeklarasikan diri sebagai kota wisata industri. Konsep ini dirancang untuk mengintegrasikan sektor manufaktur dengan potensi pariwisata berbasis industri.
Melalui pendekatan ini, kawasan industri tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga menjadi ruang edukasi, eksplorasi, dan promosi ekonomi.
Sebagai kota mandiri terintegrasi, Jababeka telah berkembang menjadi pusat hunian, industri, bisnis, dan pendidikan berskala global. Kawasan ini memiliki populasi sekitar 1,2 juta jiwa serta komunitas internasional yang terdiri dari lebih dari 10.000 ekspatriat.
Keberagaman latar belakang masyarakat tersebut memperkuat karakter kawasan sebagai ekosistem global yang dinamis sekaligus mendorong interaksi lintas budaya yang produktif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Saat ini, kawasan Jababeka menampung lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional. Hal tersebut membuka peluang pengembangan wisata industri yang memberikan pengalaman edukatif bagi masyarakat.
Pengunjung dapat berbelanja langsung dari pabrik, pelajar memperoleh kesempatan melihat proses produksi secara nyata, sementara investor dapat memahami potensi bisnis dan ekosistem industri yang berkembang di kawasan tersebut.
President Director PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggrain mengatakan, pengembangan kota wisata industri merupakan bagian dari strategi memperkuat sektor manufaktur sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Kami memandang bahwa masa depan kawasan industri tidak hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi. Pengembangan kota wisata industri adalah bentuk komitmen kami dalam memperkuat revitalisasi manufaktur sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor global," kata Ivonne dalam keterangannya pada Sabtu (7/3/2026).
Ia menuturkan, transformasi kawasan industri menjadi destinasi wisata industri merupakan langkah strategis untuk memperluas fungsi industri.
“Transformasi kawasan industri menjadi destinasi wisata berbasis industri merupakan langkah strategis untuk memperluas fungsi industri dari sekadar pusat produksi menjadi pusat pengalaman dan pengetahuan. Dengan pendekatan ini, kami ingin menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah perubahan ekonomi global,” ujarnya.
Transformasi tersebut juga melibatkan kolaborasi antara industri global, pariwisata budaya, dan pemberdayaan UMKM lokal. Sinergi ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Editor : Wahab Firmansyah