get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah serta Buka Puasa Bekasi dan Cikarang Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026

Jababeka Resmi Jadi Kota Wisata Industri, Gabungkan Manufaktur, Pariwisata dan UMKM di Bekasi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:49 WIB
header img
Kawasan industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Foto/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id– Indonesia tengah menghadapi fenomena deindustrialisasi dini, yaitu kondisi ketika kontribusi sektor manufaktur mulai menurun sebelum tingkat industrialisasi mencapai fase optimal. Situasi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional karena berpotensi melemahkan daya saing industri serta memperlambat transformasi struktural ekonomi.

Menanggapi kondisi tersebut, Kota Jababeka Cikarang yang dikembangkan oleh PT Jababeka Tbk mengambil langkah strategis dengan mendeklarasikan diri sebagai kota wisata industri. Konsep ini dirancang untuk mengintegrasikan sektor manufaktur dengan potensi pariwisata berbasis industri.

Melalui pendekatan ini, kawasan industri tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga menjadi ruang edukasi, eksplorasi, dan promosi ekonomi.

Sebagai kota mandiri terintegrasi, Jababeka telah berkembang menjadi pusat hunian, industri, bisnis, dan pendidikan berskala global. Kawasan ini memiliki populasi sekitar 1,2 juta jiwa serta komunitas internasional yang terdiri dari lebih dari 10.000 ekspatriat.

Keberagaman latar belakang masyarakat tersebut memperkuat karakter kawasan sebagai ekosistem global yang dinamis sekaligus mendorong interaksi lintas budaya yang produktif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Saat ini, kawasan Jababeka menampung lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional. Hal tersebut membuka peluang pengembangan wisata industri yang memberikan pengalaman edukatif bagi masyarakat.

Pengunjung dapat berbelanja langsung dari pabrik, pelajar memperoleh kesempatan melihat proses produksi secara nyata, sementara investor dapat memahami potensi bisnis dan ekosistem industri yang berkembang di kawasan tersebut.

President Director PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggrain mengatakan,  pengembangan kota wisata industri merupakan bagian dari strategi memperkuat sektor manufaktur sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Kami memandang bahwa masa depan kawasan industri tidak hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi. Pengembangan kota wisata industri adalah bentuk komitmen kami dalam memperkuat revitalisasi manufaktur sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor global," kata Ivonne dalam keterangannya pada Sabtu (7/3/2026).

Ia menuturkan, transformasi kawasan industri menjadi destinasi wisata industri merupakan langkah strategis untuk memperluas fungsi industri.

“Transformasi kawasan industri menjadi destinasi wisata berbasis industri merupakan langkah strategis untuk memperluas fungsi industri dari sekadar pusat produksi menjadi pusat pengalaman dan pengetahuan. Dengan pendekatan ini, kami ingin menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah perubahan ekonomi global,” ujarnya.

Transformasi tersebut juga melibatkan kolaborasi antara industri global, pariwisata budaya, dan pemberdayaan UMKM lokal. Sinergi ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami percaya bahwa industri yang kuat harus tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Melalui integrasi sektor industri, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM, kami berupaya menciptakan perputaran ekonomi yang lebih inklusif, membuka peluang usaha baru, serta menghadirkan manfaat nyata bagi komunitas lokal,” tegas Ivonne.

Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga datang dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Andri Julianto, menilai konsep wisata industri memiliki potensi besar dalam memperluas segmentasi pariwisata daerah.

“Kami melihat deklarasi Kota Jababeka sebagai kota wisata industri sebagai langkah progresif yang sejalan dengan upaya diversifikasi destinasi pariwisata daerah. Konsep wisata industri memiliki potensi besar untuk memperluas segmentasi wisata, khususnya wisata edukasi dan business tourism, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih merata,” ungkap Andri Julianto.

Sebagai implementasi awal dari konsep tersebut, PT Jababeka Tbk menggelar Jababeka Harmony Festival 2026 pada 6–8 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan ekosistem industri global, pariwisata budaya, serta pemberdayaan lebih dari 100 UMKM lokal.

Festival tersebut juga menjadi momentum perayaan Cap Go Meh dan Festival Ramadan dalam satu panggung budaya yang merepresentasikan akulturasi budaya di kawasan Jababeka.

Selain itu, festival juga menghadirkan kegiatan charity yang melibatkan perusahaan tenant, pengelola kawasan, dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.

“Jababeka Harmony Festival 2026 merupakan wujud nyata bagaimana industri, budaya, dan masyarakat dapat bertemu dalam satu ruang kolaborasi. Festival ini mencerminkan semangat harmoni global yang menjadi karakter kawasan, sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan selaras dengan keberagaman budaya dan sosial,” ungkapnya.

Ke depan, Jababeka juga menyiapkan pengembangan Jababeka Factory Outlet (JFO) yang akan menjadi ikon wisata industri di kawasan tersebut.

JFO dirancang sebagai showcase industri, yaitu ruang yang memungkinkan masyarakat melihat secara langsung kualitas produk manufaktur dari para tenant yang beroperasi di kawasan Jababeka.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut