Pemkab Bekasi Kejar Investasi Rp73 Triliun, LPCK Siap Panen Peluang Properti
CIKARANG, iNewsBekasi.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan nilai investasi sebesar Rp73,275 triliun pada 2026, meningkat sekitar 1 persen dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar Rp72,55 triliun.
Kabupaten Bekasi terus menegaskan posisinya sebagai salah satu magnet investasi terbesar di Indonesia. Alhasil, kenaikan target tersebut mencerminkan optimisme pemerintah daerah terhadap iklim usaha yang dinilai semakin kondusif dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, peningkatan target investasi akan diikuti dengan penguatan layanan perizinan melalui sistem pelayanan terpadu yang lebih cepat dan efisien.
“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kemudahan, kepastian, dan pelayanan terbaik agar arus investasi terus tumbuh,” kata Asep, Kamis (12/2/2026).
Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi Kabupaten Bekasi telah mencapai Rp61,78 triliun, dengan kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp37,90 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp23,87 triliun.
Investasi tersebut menyerap lebih dari 55.000 tenaga kerja, menempatkan Bekasi sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat. Di tengah derasnya arus modal dan ekspansi industri, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) melihat peluang besar di sektor properti.
Sebagai pengembang kota mandiri Lippo Cikarang Cosmopolis, perusahaan menilai peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja akan mendorong permintaan hunian dan fasilitas komersial berkualitas.
LPCK menyiapkan sejumlah proyek hunian dan komersial, di antaranya 5enses Collection, Cendana Grand Excelsia, Cendana Suites, The Colony, Allegra @ Casa de Lago, TreeTops @ Tanamera Vantage, serta The Hive @ Neo Patio.
Deputy COO LPCK Lukas Budi Setiawan menyebut tren permintaan properti di kawasan industri masih kuat dan berkelanjutan.
“Kami optimistis prospek industri properti tetap solid, dan kami berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen melalui pembangunan tepat waktu serta proses serah terima sesuai jadwal,” katanya.
Sembilan bulan pertama tahun lalu, LPCK mencatat pra-penjualan sebesar Rp1,2 triliun, setara 73 persendari target tahunan Rp1,65 triliun. Perseroan juga membukukan pendapatan Rp3,44 triliun, melonjak 251 persendi bandingkan periode sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial, lahan industri, serta kontribusi segmen nonproperti dari pengelolaan kawasan kota mandiri.
Dari sisi profitabilitas, LPCK mencatat EBITDA Rp363 miliar dengan margin 11 persen dan laba kotor Rp670 miliardengan margin 19 persen, mencerminkan efisiensi operasional dan kualitas pertumbuhan yang terjaga.
Dengan dukungan iklim investasi yang solid, infrastruktur yang matang, dan pengelolaan kawasan terpadu, LPCK optimistis dapat terus menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Jakarta.
Seiring Bekasi kian menguat sebagai pusat industri dan manufaktur nasional, sektor properti diproyeksikan menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan, sekaligus menjadi indikator penting dinamika ekonomi kawasan metropolitan Jabodetabek.
Editor : Abdullah M Surjaya