Ramuan Alami Penunjang Puasa, dari Kunyit Madu hingga Temulawak
BEKASI, iNewsBekasi.id- Gangguan pada lambung kerap menjadi masalah saat menjalani ibadah puasa Ramadan. Untuk mengurangi keluhan tersebut, ramuan tradisional berbahan dasar kunyit dan madu disebut dapat membantu menekan produksi asam lambung.
Resep sederhana ini dibagikan Bernadetta Yuni, pemilik PT Dapur Pedak Margomulyo, dalam diskusi daring yang digelar Herbalped pada Senin (16/2/2026). Cara membuat ramuan tersebut cukup mudah, yakni dengan memarut kunyit secukupnya, memeras airnya, lalu mencampurkannya dengan madu.
“Ramuan ini cukup manjur untuk membantu mengurangi asam lambung, sehingga ibadah puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman,” ujar Yuni.
Selain Yuni, diskusi juga menghadirkan narasumber dari Semarang, yakni Putri Ayu bersama suaminya, Didik Mardi, serta Agi Sugianto, wartawan yang kini merintis usaha di bidang musik dan herbal melalui sistem maklon.
Tak hanya kunyit dan madu, Yuni juga menyarankan konsumsi minuman tradisional berbahan temulawak untuk menjaga stamina tubuh selama berpuasa. Putri Ayu pun menyampaikan hal serupa. Ia menilai minuman temulawak cukup efektif membantu menjaga kebugaran selama Ramadan.
Topik ramuan tradisional penunjang puasa ini menjadi salah satu bahasan utama dalam diskusi bertajuk “Ramuan Kreatif Usaha Herbal: Strategi Branding & Pemasaran Unik Menjelang Ramadhan”. Kegiatan tersebut menyoroti peran jamu dan minuman tradisional, baik sebagai pendukung kesehatan maupun peluang usaha.
Bernadetta Yuni diketahui sebagai pengusaha kuliner asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang selama bertahun-tahun mengelola bisnis katering olahan daging dan sambal kemasan. Dalam setahun terakhir, ia merambah usaha minuman tradisional melalui merek Jamu Nongendong.
Produk tersebut dikemas dalam botol praktis dan dipasarkan melalui showcase di lokasi strategis seperti mal, hotel, restoran, hingga klinik, dengan menyasar segmen pasar menengah ke atas. Ketertarikan Yuni pada jamu berawal dari kegemarannya meracik rempah untuk konsumsi pribadi.
Pengalaman itu berkembang menjadi peluang bisnis setelah ia menjuarai lomba meramu jamu di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 2023.
Editor : Wahab Firmansyah