Jangan Langsung Minum Air Es saat Buka Puasa, Ini Dampaknya bagi Tubuh
BEKASI, iNewsBekasi.id- Jangan langsung minum air es saat berbuka puasa! Ya, setelah hampir seharian tidak makan dan minum, menikmati secangkir air es terasa menyegarkan. Namun, ternyata hal ini tidak baik bagi tubuh.
Mengutip The Peninsula Qatar, meminum air es saat berbuka puasa tidak disarankan. Sebab kebiasaan itu bisa membuat pembuluh darah kapiler menyempit hingga mempersulit pencernaan.
Selain itu, melansir Oman Observer, minum air dingin secara langsung setelah berpuasa dapat membuat penyempitan kapiler yang disebabkan oleh kontraksi otot perut. Akhirnya, nutrisi, vitamin serta mineral yang terkandung dalam makanan lebih sulit dicerna oleh tubuh.
Minum air dingin secara langsung saat berbuka puasa juga dapat mengurangi aliran darah ke lambung dan usus, yang menyebabkan tubuh mengalami masalah pencernaan.
Akhirnya tubuh mengalami permasalahan kolik, kontraksi dan gangguan pencernaan bahkan asam lambung. Jadi, alangkah baiknya, jika air dingin tersebut diganti dengan air hangat yang disimpan pada suhu ruangan.
Melansir Medical News Today, mengkonsumsi air dingin justru dapat membuat tubuh tidak seimbang. Hal itu dikarenakan tubuh perlu mengeluarkan energi tambahan untuk mengembalikan suhu dingin dari air.
Apalagi, jika seseorang saat berpuasa terkena penyakit yang mempengaruhi kerongkongan atau saluran makanan seperti radang dan asam lambung. Meminum air dingin dalam kondisi tersebut bisa memperburuk rasa sakit. Meski demikian, hal tersebut masih menjadi perdebatan publik. Ada yang menilai bahwa air dingin yang diminum saat berbuka puasa tidak akan berpengaruh terhadap tubuh.
Ada juga yang berpendapat bahwa hal itu memberikan dampak buruk bagi tubuh. Namun alangkah baiknya, kita mengambil langkah bijak dengan mengkonsumsi air dengan suhu standar (air biasa) saat berbuka puasa. Selain untuk menyegerakan berbuka, mengkonsumsi air dengan suhu normal juga setidaknya bisa mengembalikan cairan tubuh dan membuat tenggorokan segar.
Editor : Tedy Ahmad