Rahasia Meraih Ampunan di 10 Hari Pertengahan Ramadan
Dalam hadis disebutkan bahwa siapa yang memberi makan untuk berbuka puasa, maka ia memperoleh ganjaran yang sama seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadan." (HR. At-Tirmidzi)
Beliau juga bersabda:
"Sedekah menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam." (HR At-Tirmidzi)
Pada fase pertengahan Ramadan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah, menyantuni fakir miskin, serta membantu anak yatim.
Sepuluh hari kedua Ramadan menjadi momentum memperkuat qiyam Ramadan, termasuk salat Tarawih berjamaah serta ibadah sunnah lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinyu dikerjakan, meskipun sedikit." (HR Muslim)
Konsistensi ibadah menjadi kunci agar pahala terus mengalir sepanjang Ramadan.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi paling dermawan, terutama saat Ramadan ketika Malaikat Jibril mendatangi beliau setiap malam untuk bermudarasah Al-Qur’an.
Dalam Kitab Nihayah Al Zain Hal 194 dijelaskan bahwa tadarus Al-Qur’an atau mudarasah adalah membaca dan saling menyimak bacaan, yang tetap bernilai sunnah meskipun bacaan tidak sama persis.
Memperbanyak tilawah dan tadabbur Al-Qur’an di 10 hari kedua Ramadan menjadi bagian penting dalam meraih maghfirah.
Editor : Wahab Firmansyah