get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah serta Buka Puasa Bekasi dan Cikarang Hari Ini 27 Februari 2026

Rahasia Meraih Ampunan di 10 Hari Pertengahan Ramadan

Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:26 WIB
header img
Umat Islam memasuki 10 hari kedua Ramadan yang dikenal sebagai fase ampunan. Foto/Ilustrasi/istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id- Umat Islam segera memasuki 10 hari kedua bulan suci Ramadan, fase pertengahan yang dikenal sebagai masa penuh ampunan (maghfirah). Momentum ini menjadi waktu evaluasi sekaligus peningkatan kualitas ibadah agar pahala puasa tidak sia-sia.

Imam Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman dan Ibnu Khuzaimah menerangkan:
"Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan (maghfirah), sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka."

Sebagian ulama menilai hadis tersebut berstatus dhaif (lemah). Namun, jika dimaksudkan untuk fadhoil ‘amal (keutamaan beramal), maka masih dapat diamalkan.

Yang pasti, seluruh hari Ramadan adalah keberkahan dan ampunan. Karena itu, amalan di 10 hari pertama sepatutnya menjadi bahan muhasabah untuk memperbaiki kualitas ibadah di fase pertengahan.

Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin Juz I Hal 235, Imam Al-Ghazali menjelaskan golongan orang yang merugi di bulan Ramadan:

"Banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus. Ada yang mengatakan ia adalah orang yang berbuka dengan sesuatu yang haram. Ada yang mengatakan, ia adalah orang yang menahan diri dari makanan yang halal dan berbuka dengan (memakan) daging orang lain sebab gibah (menggunjing) dan gibah itu adalah haram. Dan ada yang mengatakan, ia adalah orang yang tidak menjaga anggota badannya dari macam-macam dosa".

5 Perkara yang Menghapus Pahala Puasa

Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Artinya: "Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja." (HR Ath-Thabrani)

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda bahwa ada lima perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa, yaitu:

Berbohong (dusta)

Ghibah (menggunjing)

Namimah (mengadu domba)

Bersumpah palsu

Memandang lawan jenis dengan syahwat

Kelima perkara tersebut kerap dianggap sepele, padahal dapat merontokkan nilai ibadah puasa.

Amalan Utama 10 Hari Kedua Ramadan

1. Memperbanyak Sedekah

Dalam hadis disebutkan bahwa siapa yang memberi makan untuk berbuka puasa, maka ia memperoleh ganjaran yang sama seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadan." (HR. At-Tirmidzi)

Beliau juga bersabda:
"Sedekah menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam." (HR At-Tirmidzi)

Pada fase pertengahan Ramadan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah, menyantuni fakir miskin, serta membantu anak yatim.

2. Menghidupkan Salat Sunnah dan Qiyam Ramadan

Sepuluh hari kedua Ramadan menjadi momentum memperkuat qiyam Ramadan, termasuk salat Tarawih berjamaah serta ibadah sunnah lainnya.

Rasulullah SAW bersabda:
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinyu dikerjakan, meskipun sedikit." (HR Muslim)

Konsistensi ibadah menjadi kunci agar pahala terus mengalir sepanjang Ramadan.

3. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi paling dermawan, terutama saat Ramadan ketika Malaikat Jibril mendatangi beliau setiap malam untuk bermudarasah Al-Qur’an.

Dalam Kitab Nihayah Al Zain Hal 194 dijelaskan bahwa tadarus Al-Qur’an atau mudarasah adalah membaca dan saling menyimak bacaan, yang tetap bernilai sunnah meskipun bacaan tidak sama persis.

Memperbanyak tilawah dan tadabbur Al-Qur’an di 10 hari kedua Ramadan menjadi bagian penting dalam meraih maghfirah.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut