Terungkap! Ini Makna Mendalam Menghadap Kiblat Saat Salat yang Jarang Diketahui
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Mengapa salat harus menghadap kiblat? Pertanyaan ini kerap muncul, terutama di kalangan umat Islam yang ingin memahami makna di balik setiap syariat dalam ibadah.
Dalam Islam, menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah salat. Kiblat yang dimaksud adalah Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. Di balik ketentuan tersebut, terdapat berbagai hikmah yang mengandung nilai spiritual, sejarah, hingga persatuan umat Islam.
Syekh Ali Ahmad Al-Jurjawi dalam kitab Hikmatu Tasyri wa Falsafatuhu (Beirut: Darul Fikr, 2003) menjelaskan sejumlah alasan dan hikmah mengapa umat Islam diwajibkan menghadap kiblat saat menunaikan salat. Penjelasan tersebut juga dikutip dari laman Kementerian Agama RI.
Ka'bah dibangun oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS. Dengan menghadap kiblat, umat Islam senantiasa mengingat perjuangan kedua nabi tersebut yang menjadi bagian penting dalam sejarah Islam sekaligus leluhur Nabi Muhammad SAW.
Menghadap ke satu arah membuat seluruh perhatian dan anggota tubuh terfokus kepada Allah SWT. Hal ini membantu menumbuhkan kekhusyukan, ketenangan hati, serta memperkuat keimanan.
Allah SWT berfirman:
اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۚ
"Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku (hanya) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik." (QS Al-An'am: 79).
Menurut Syekh Al-Jurjawi, manusia terbiasa melakukan aktivitas pada tempat dan arah yang tetap. Menghadap kiblat dalam setiap salat melatih konsistensi atau istiqamah dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Kebiasaan tersebut juga membentuk kedisiplinan dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
Editor : Wahab Firmansyah