get app
inews
Aa Text
Read Next : Deklarasi Peradi Profesional, Komitmen Jaga Keadilan di Era Digital

Dari Lantai Produksi ke Gagasan Industrialisasi, Suara Generasi Muda di Sektor Manufaktur

Selasa, 03 Maret 2026 | 21:56 WIB
header img
Eisenhower Rockefeller memilih masuk ke sektor manufaktur dan hilirisasi·sektor yang menjadi fondasi kekuatan ekonomi suatu negara. Foto: ist

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Di tengah tren anak muda yang memilih sektor digital dan startup berbasis aplikasi, Eisenhower Rockefeller justru mengambil jalur berbeda.

Dia memilih masuk ke sektor manufaktur dan hilirisasi·sektor yang menjadi fondasi kekuatan ekonomi suatu negara. 

Bagi Eisenhower, industri bukan sekadar teori atau wacana kebijakan. Ia merasakan langsung dinamika di lapangan, mulai dari tekanan biaya produksi, volatilitas harga bahan baku, hingga efisiensi energi yang menentukan keberlanjutan lini produksi. 

"Saya melihat sendiri bagaimana cost structure dan efisiensi operasional bisa menentukan daya saing. Dari situ saya memahami bahwa industrialisasi bukan hanya slogan, tetapi persoalan teknis yang harus dikelola secara presisi," ujarnya, Selasa 3 Maret 2026

Di usia yang relatif muda, Eisenhower memilih membangun bisnis di sektor manufaktur·bidang yang membutuhkan kesabaran, ketahanan modal, serta pemahaman teknis yang kuat.

Ia menilai bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi dalam global value chain, namun hal tersebut hanya bisa dicapai jika generasi muda berani masuk ke sektor produktif dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. 

"Kita tidak bisa selamanya bergantung pada ekspor bahan mentah. Industrialisasi harus naik kelas·melalui penguatan manufaktur, dan integrasi teknologi," tegas Eisenhower. 

Menurutnya, banyak anak muda Indonesia memiliki intellectual capital yang kuat, terutama dalam bidang teknologi dan sains. Namun, potensi tersebut perlu diarahkan ke sektor industri riil agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. 

"Anak muda tidak hanya harus menjadi konsumen ekonomi digital. Kita juga harus menjadi produsen·membangun pabrik, mengelola proses produksi, meningkatkan efisiensi energi, dan memperbaiki rantai pasok," tambahnya. 

Eisenhower menekankan bahwa pengalaman di sektor manufaktur memberinya pemahaman berbeda tentang arah kebijakan ekonomi nasional. Ia menilai, pelaku industri yang terjun langsung di lapangan memahami bottleneck struktural yang sering kali tidak terlihat dalam diskusi normatif. 

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut