Potensi Energi Surya Indonesia Tembus 3.000 GW, PLTS Atap Jadi Andalan Transisi Energi
JAKARTA, iNewsBekasi.id– Pemanfaatan energi ramah lingkungan semakin menjadi perhatian di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, bisnis hingga institusi pemerintah. Salah satu solusi yang kini semakin banyak dipertimbangkan adalah penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan.
PLTS Atap memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik yang dapat digunakan secara langsung oleh pengguna. Sistem ini dinilai mampu mendukung upaya transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.
Sebagai negara yang berada di wilayah khatulistiwa, Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi energi surya nasional diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 gigawatt (GW).
Dengan intensitas sinar matahari yang relatif stabil sepanjang tahun, pemanfaatan PLTS Atap dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan di Indonesia.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan pihaknya sebagai bagian dari subholding PT PLN menghadirkan solusi PLTS Atap yang dirancang untuk membantu pelanggan memanfaatkan energi matahari secara optimal.
Melalui layanan yang terintegrasi, PLN Icon Plus menyediakan berbagai layanan mulai dari perencanaan sistem, instalasi hingga pemantauan kinerja pembangkit, sehingga pelanggan dapat memperoleh solusi energi yang lebih efisien.
“Selain berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon, sistem ini memungkinkan pengguna memanfaatkan listrik dari energi matahari pada siang hari sehingga dapat membantu mengoptimalkan penggunaan energi,” kata Chipta dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Editor : Wahab Firmansyah