Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp649 Miliar, Ini Strategi Pemkab Bekasi
“Semua potensi harus dimaksimalkan. Jangan sampai kita ikut terdampak karena tidak siap,” ujarnya.
Menurut Asep, peningkatan PAD menjadi kunci utama untuk menutup kekurangan anggaran, sekaligus menjaga keberlanjutan program pemerintah, termasuk mempertahankan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Saya harus mempertahankan PPPK. Kekurangan anggaran harus kita tutup dari PAD,” katanya. Ia juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan PPPK agar tetap bekerja maksimal di tengah keterbatasan fiskal yang ada.
“Untuk PPPK, tetap semangat. Kita akan berusaha keras agar semuanya tetap terjaga,” ucapnya.
Di sisi lain, Pemkab Bekasi juga tengah bersiap menghadapi penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dua bulan ke depan. Asep menekankan pentingnya peningkatan kinerja seluruh organisasi perangkat daerah agar tidak kembali masuk kategori zona merah.
“Jangan sampai kita dapat rapor merah lagi. Ini jadi momentum untuk memperbaiki kinerja,” tegasnya.
Menutup arahannya, Asep mengajak seluruh jajaran Pemkab Bekasi untuk tetap solid menghadapi tantangan ekonomi yang ada. “Kita ini seperti bekerja di tengah badai. Kalau tidak kompak, akan sulit bertahan,” katanya.
Ia optimistis dengan kerja sama yang solid dan disiplin anggaran, Kabupaten Bekasi mampu melewati tekanan ekonomi global dan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat.
Editor : Wahab Firmansyah