get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah serta Buka Puasa Bekasi dan Cikarang Hari Ini Selasa 17 Maret 2026

Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp649 Miliar, Ini Strategi Pemkab Bekasi

Senin, 30 Maret 2026 | 13:19 WIB
header img
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja. (Foto: iNews Bekasi).

BEKASI, iNewsBekasi.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi tekanan ekonomi global dengan memperketat belanja daerah serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa meskipun dampak ekonomi global belum dirasakan secara langsung, pemerintah daerah harus tetap waspada dan bersiap sejak dini.

“Hari ini kita lihat kondisi global tidak baik-baik saja. Indonesia mungkin belum terdampak sekarang, tapi ke depan bisa saja terjadi,” kata Asep usai apel pagi pascalibur Lebaran di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026).

Sebagai langkah cepat, Pemkab Bekasi akan mengumpulkan seluruh dinas penghasil untuk merumuskan strategi peningkatan PAD. Bahkan, rapat internal akan dilakukan secara sederhana tanpa seremoni sebagai bentuk efisiensi anggaran.

“Selesai halal bihalal langsung rapat. Tidak ada acara makan-makan, karena kita juga harus berhemat,” tegasnya.

Kebijakan efisiensi ini diambil menyusul pemangkasan dana transfer daerah yang mencapai Rp649 miliar. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Bekasi untuk memutar strategi agar program prioritas tetap berjalan.

Asep meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya dinas penghasil, untuk menggali potensi pendapatan dari berbagai sektor, termasuk sumber-sumber kecil yang selama ini belum tergarap optimal.

“Semua potensi harus dimaksimalkan. Jangan sampai kita ikut terdampak karena tidak siap,” ujarnya.

Menurut Asep, peningkatan PAD menjadi kunci utama untuk menutup kekurangan anggaran, sekaligus menjaga keberlanjutan program pemerintah, termasuk mempertahankan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Saya harus mempertahankan PPPK. Kekurangan anggaran harus kita tutup dari PAD,” katanya. Ia juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan PPPK agar tetap bekerja maksimal di tengah keterbatasan fiskal yang ada.

“Untuk PPPK, tetap semangat. Kita akan berusaha keras agar semuanya tetap terjaga,” ucapnya.

Di sisi lain, Pemkab Bekasi juga tengah bersiap menghadapi penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dua bulan ke depan. Asep menekankan pentingnya peningkatan kinerja seluruh organisasi perangkat daerah agar tidak kembali masuk kategori zona merah.

“Jangan sampai kita dapat rapor merah lagi. Ini jadi momentum untuk memperbaiki kinerja,” tegasnya.

Menutup arahannya, Asep mengajak seluruh jajaran Pemkab Bekasi untuk tetap solid menghadapi tantangan ekonomi yang ada. “Kita ini seperti bekerja di tengah badai. Kalau tidak kompak, akan sulit bertahan,” katanya.

Ia optimistis dengan kerja sama yang solid dan disiplin anggaran, Kabupaten Bekasi mampu melewati tekanan ekonomi global dan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut