Optimalkan Kinerja Pembangkit Listrik dengan Sistem Monitoring Data Terpadu
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Permintaan listrik global terus menunjukkan tren peningkatan signifikan. Data dari International Energy Agency (IEA) mencatat konsumsi listrik dunia tumbuh sekitar 4,3% pada 2024 dan diproyeksikan terus meningkat hingga 2027. Kondisi ini menuntut keandalan operasional pembangkit listrik serta infrastruktur energi agar tetap optimal.
Seiring meningkatnya kebutuhan energi, sistem pemantauan performa aset dan respons terhadap gangguan menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas pasokan listrik.
Menjawab tantangan tersebut, Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menyampaikan bahwa pihaknya menghadirkan solusi berbasis digital seperti Command Center dan Energy Monitoring System (EMS). Teknologi ini memungkinkan pelanggan memantau, mengelola, dan mengoordinasikan operasional secara terpusat dan efisien.
Dalam implementasinya, Command Center berfungsi sebagai pusat kendali dan pengawasan operasional, sementara EMS digunakan untuk memonitor serta mengontrol penggunaan energi secara real-time. Pendekatan ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data akurat.
"Dengan sistem monitoring data terpadu, organisasi tidak hanya lebih mudah membaca kondisi lapangan, tetapi juga lebih siap menjaga efisiensi, keandalan, dan kesinambungan pasokan," kata Chipta dalam keterangannya pada Selasa (7/6/2026).
Dia menyampaikan, di tengah pertumbuhan kebutuhan energi global, pemanfaatan sistem monitoring terintegrasi menjadi langkah strategis dalam menciptakan operasional yang modern, adaptif, dan responsif terhadap perubahan.
"Kami berkomitmen dalam mendorong transformasi digital dan energi hijau keberlanjutan yang berkualitas," tuturnya.
Dengan penerapan teknologi monitoring data terpadu, sektor energi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi berkelanjutan.
Editor : Wahab Firmansyah