get app
inews
Aa Text
Read Next : PLN Beri Diskon Tagihan Listrik hingga 5 April 2026, Ini Syaratnya!

PLN Borong 11 Proper Emas 2025, Darmawan Prasodjo Raih Green Leadership

Kamis, 09 April 2026 | 16:25 WIB
header img
Penyerahan penghargaan Green Leadership PROPER oleh Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq kepada Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id- PT PLN (Persero) kembali mencatat prestasi di bidang lingkungan dengan meraih 11 penghargaan PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau dalam Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Tak hanya itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, juga kembali menerima penghargaan Green Leadership PROPER untuk ketiga kalinya. Penghargaan ini menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN.

Di bawah kepemimpinan Darmawan, kinerja lingkungan PLN menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, perusahaan dinilai berhasil mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis, sekaligus mendorong praktik energi yang lebih ramah lingkungan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Ia mengapresiasi kontribusi para pemimpin perusahaan dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia.

"Kepada teman-teman pimpinan perusahaan, CEO (Chief Executive Officer), diucapkan terima kasih yang luar biasa dari kami. Bagian dari compliance yang telah Bapak lakukan berkontribusi serius dalam rangka membangun banyak hal, mulai dari efisiensi sumber daya kita, kemudian pencegahan pencemaran, dan banyak kemudian kegiatan-kegiatan yang mampu membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Hanif pada Rabu, 7 April 2026.

Menurut Hanif, program PROPER berperan sebagai kompas bagi dunia usaha dalam menerapkan prinsip ekonomi hijau serta mendorong perusahaan melampaui standar kepatuhan lingkungan.

Sementara itu, Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih PLN. Ia menegaskan bahwa PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan bagian dari akselerasi transformasi perusahaan menuju energi bersih.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan. Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ujar Darmawan dalam keterangannya pada Kamis (8/4/2026).

Dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), penurunan emisi, serta pengolahan limbah bernilai ekonomi.

Ke depan, PLN akan memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, serta meningkatkan efisiensi operasional dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen dekarbonisasi, PLN mencatat peningkatan signifikan dalam pengurangan emisi gas rumah kaca. Dalam periode 2021–2025, reduksi emisi meningkat dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.

Di sektor energi baru terbarukan, kapasitas pembangkit mencapai 9,4 gigawatt (GW) pada 2025. PLN juga mengembangkan pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh).

Selain itu, PLN menjadi pionir dalam pengembangan hidrogen hijau di Indonesia. Sejak 2023, PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di PLTGU Muara Karang, Jakarta, serta GHP berbasis panas bumi di PLTP Kamojang, Jawa Barat pada 2024.

Kini, GHP PLN telah tersebar di 22 lokasi dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun. Pemanfaatan hidrogen hijau ke depan akan dioptimalkan untuk co-firing PLTU, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan industri.

”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan.

 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut