get app
inews
Aa Text
Read Next : Dasco dan Syafrie Sjamsoeddin Unjuk Kemesraan di Gedung DPR

Kemhan Klarifikasi Isu Pesawat Militer AS Bebas Melintas di Indonesia, Ini Penjelasannya

Rabu, 15 April 2026 | 10:22 WIB
header img
Pesawat pengebom siluman B-2 Amerika Serikat, seperti yang digunakan dalam serangan terbaru di Iran, kembali dari misi pengeboman besar ke situs nuklir Iran tahun lalu. (Foto: AP)

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia memberikan klarifikasi terkait isu izin pesawat militer Amerika Serikat yang disebut bebas melintas di ruang udara Indonesia. Isu tersebut sebelumnya menjadi sorotan sejumlah media asing.

Kemhan menegaskan bahwa izin terbang atau overflight clearance yang ramai dibahas masih berupa usulan dari pihak Amerika Serikat dan belum menjadi keputusan final pemerintah Indonesia.

"Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan usulan dari pihak Amerika Serikat yang selanjutnya menjadi bahan pertimbangan internal Pemerintah Indonesia," tulis keterangan Biro Infohan Setjen Kemhan pada Rabu (15/4/2026).

Kemhan menjelaskan bahwa usulan tersebut sedang ditelaah secara mendalam dengan mempertimbangkan kepentingan nasional, prinsip politik luar negeri, serta kedaulatan negara.

"Dalam proses pembahasannya, Indonesia telah melakukan sejumlah penyesuaian penting serta menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak bersifat mengikat (non-binding) dan tidak otomatis berlaku, serta masih memerlukan pembahasan lebih lanjut melalui mekanisme teknis dan prosedur nasional yang berlaku," kata Kemhan.

Lebih lanjut, Kemhan memastikan bahwa setiap bentuk kerja sama, termasuk yang masih dalam tahap usulan, akan selalu ditempatkan dalam kerangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemerintah juga menegaskan bahwa setiap langkah akan dilakukan secara hati-hati, terukur, dan melalui mekanisme resmi yang melibatkan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing.

Pertemuan Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Di sisi lain, delegasi Kemhan RI yang dipimpin Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan pertemuan dengan Secretary of War Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon, Washington DC, pada Senin (13/4/2026).

Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat, termasuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang militer.

Salah satu fokus utama adalah penguatan program International Military Education and Training (IMET), melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, termasuk bagi pasukan khusus.

Indonesia-AS Sepakati Kemitraan Pertahanan Strategis

Sebagai tindak lanjut, kedua negara menyepakati kerja sama pertahanan yang lebih luas melalui Joint Statement yang ditandatangani pada 13 April 2026.

Kesepakatan ini menandai peningkatan hubungan menjadi Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Melalui MDCP, kedua negara akan mengeksplorasi berbagai inisiatif strategis, seperti pengembangan teknologi pertahanan generasi terbaru, peningkatan kesiapan operasional, pendidikan militer profesional, hingga penguatan hubungan antarpersonel pertahanan.

Kemhan menegaskan bahwa seluruh kerja sama tersebut tetap berlandaskan pada kepentingan nasional, kedaulatan negara, serta kepatuhan terhadap hukum nasional dan internasional.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut