Kisah Haru Nenek Penjual Tempe, 25 Tahun Sisihkan Rp30.000 Akhirnya Berangkat Haji
KUNINGAN, iNewsBekasi.id – Di balik tumpukan tempe yang dijajakan di pasar dan kerasnya kehidupan, tersimpan sebuah doa yang tak pernah putus selama puluhan tahun dari Puri Ahmad Musail (61), Doa itu akhirnya terjawab. Ya, wanita paruh baya yang dikenal sebagai Ummu Puri ini bersiap menjejakkan kaki di Tanah Suci untuk berhaji.
Diketahui, Ummu Puri warga Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ini telah menanti 25 tahun untuk bisa menunaikan rukun Islam ke-5 ini, di mana selama penantiannya, dia berjualan tempe di Pasar Induk Kuningan dengan penghasilan yang tak menentu.
Namun di balik keterbatasan itu, dia menyimpan tekad yang tak pernah goyah: berangkat haji. Tanpa banyak orang tahu, dari sisa uang dagangan yang tak seberapa, diam-diam Ummu Puri menabung sedikit demi sedikit. Nominalnya mungkin kecil bagi sebagian orang, tetapi baginya, itu adalah pengorbanan besar yang penuh makna.
Selama 25 tahun, dia tak pernah absen menyisihkan uangnya sebesar Rp30.000 setiap hari. Bahkan, di saat dagangan sepi, dia tetap berusaha menabung agar mimpinya tidak padam.
"Kuncinya sabar dan yakin. Saya sisihkan Rp30.000 setiap hari dari sisa jualan. Alhamdulillah, setelah 25 tahun, impian ini terwujud," kata Ummu Puri dengan penuh syukur, Kamis (16/4/2026).
Kini, penantian panjang itu berbuah manis. Ummu Puri resmi terdaftar sebagai calon jemaah haji asal Kabupaten Kuningan dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 26 April 2026.
Bagi warga sekitar, sosoknya bukan sekadar pedagang tempe biasa. Dia dikenal sebagai pribadi pekerja keras yang tidak mudah mengeluh dan selalu menjaga keyakinannya. Kisahnya pun menyentuh hati banyak orang, menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa diraih, bahkan dari langkah kecil yang konsisten.
Menjelang keberangkatan, Ummu Puri kini mempersiapkan diri dengan penuh harap. Di usianya yang tak lagi muda, dia ingin menjalani setiap rangkaian ibadah dengan khusyuk.
Perjalanan panjang yang dimulai dari koin-koin kecil di emperan pasar itu, kini membawanya menuju Baitullah—tempat yang selama ini hanya disebutnya dalam doa.
Editor : Tedy Ahmad